Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
JATAM
Usut PT. SPR yang Keberadaannya Menimbulkan Masalah
Wednesday 10 Jul 2013 18:33:11

Ilustrasi.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kemarahan warga Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Molore pada, Sabtu 6 Juli 2013 lalu, yang mengakibatkan rusaknya fasilitas PT. Stargate Pasifik Resources (SPR) anak perusahaan Ibris Nickel Pte yang berbasis di Singapura. Semestinya aksi perusakan tidak akan terjadi jika perusahaan tidak terlebih dahulu mengumbar janji-janji kosongnya dan mau mendengarkan suara warga. Karena Jauh sebelum kejadian ini, keberadaan PT. SPR telah dipertanyakan oleh warga. Pemerintah tak bisa membiarkan perusahaan seperti PT. SPR terus beroperasi untuk kemudian menuai masalah.

PT. SPR adalah bukti aktual bahwa perusahaan tambang di Indonesia selalu hebat dalam memberi janji-janji palsu. Kesejahteraan, pendidikan, fasilitas daerah dan sebagainya. Janji itu membuat rakyat kecil terlena dan menerima operasi tambang. Tapi saat dituntut memenuhi selalu pandai berkelit dan menciptakan suasana kacau untuk berbalik menekan dan mengkriminalkan warga.

Sebelum kejadian 6 Juli itu, berbagai persoalan silih berganti muncul sepanjang PT. SPR beroperasi. Kasus tumpah tindah wilayah konsesi antara PT. SPR dengan PT. Cipta Daya Surya (CDS) dan PT. Makmur Lestari Primatama. Juga dugaan penggelapan pajak atas penjualan ore nickel oleh PT. SPR serta dugaan gratifikasi terhadap Bupati Konawe Utara.

Pemerintah dan aparat harus adil dan bijaksana menyikapi kasus ini. Apalagi PT. SPR ini adalah anak perusahaan yang berdomisili di Singapura, mesti tunduk dan taat dengan hukum di Indonesia. Bukan sebaliknya justru mereka sebagai pendatang justru mampu seenak-enak saja menginjak harga diri bangsa. Pemerintah pusat harus turun tak bisa mendiamkan kondisi ini agar tak meluas dengan dugaan-dugaan yang menunjukkan posisi kuat PT. SPR. Konawe Utara adalah kabupaten yang baru dimekarkan, baru pada 2011 memiliki Bupati. Dalam rentang 2 tahun telah keluar 70 Izin pertambangan.

"Kasus PT. SPR adalah bukti kegagalan negara menjamin keselamatan rakyat atas kehidupan, justru pemenuhannya digantungkan kepada pihak swasta yang notabene bukan lembaga sosial pemberi bantuan," Merah Johansyah, Pengkampanye JATAM.

"Segera usut berbagai persoalan yang diduga kepada PT. SPR, kasus 6 juli 2013 lalu adalah akumulasi kemarahan warga sehingga tak bisa hanya menyalahkan warga," tegas Hendrik Siregar Koordinator JATAM.(jtm/bhc/sya)


 
Berita Terkait JATAM
 
Tak Cukup Hanya Didenda 2 Miliar, JATAM Desak Pidanakan Pimpinan Indominco
 
Surat Terbuka JATAM untuk Presiden Jokowi
 
JATAM Galang Dana Tutup Lubang Tambang yang Tewaskan 12 Anak di Samarinda
 
Jatam Sulteng Dukung Warga Podi terkait Gugatan Class Action
 
55% Lahan di Kuasai Pertambangan, Touna Krisis Agraria
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]