Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
RAPBN
Tiga Isu, Muluskan RAPBN 2016
Tuesday 03 Nov 2015 11:21:21

Ilustrasi. Sidang Paripurna DPR RI.(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Rapat paripurna pembahasan RAPBN 2016 berlangsung alot, sejumlah fraksi bertahan dengan sejumlah usulan sementara pemerintah berupaya keras menjelaskan pandangannya. Salah satu fraksi yang bersuara paling keras yaitu Fraksi Gerindra akhirnya menyampaikan persetujuan setelah pemerintah menyepakati tiga isu penting.

"Kita menerima karena tiga poin yang menjadi perjuangan disepakati oleh pemerintah yaitu menahan dana PMN, memaksimalkan penyaluran dana desa dan fokus menanggulangi asap terutama mengutamakan pengadaan pesawat bom air," kata Wakil Ketua Komisi VI dari FP Gerindra Heri Gunawan, saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/11).

Ia menekankan APBN harus dipersiapkan sebagai jalan sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat, itulah sebabnya APBN harus disusun dengan teliti, transparan dan mengedepankan kehati-hatian (prudent). Sejumlah permasalahan dicermati dengan kritis diantaranya defisit sebesar 2,15% PDB yang harus ditutup dengan hutang, struktur penerimaan yang kurang realistis terutama dari pajak yang pada 2015 ini masih dibawah 50%.

Wakil rakyat dari Jabar IV ini juga mengkritisi struktur belanja yang sebagaian besar digunakan untuk pembayaran bunga hutang dan hal-hal yang bersifat rutin, dan keberpihakan yang belum optimal pada pembangunan ekonomi rakyat secara langsung, termasuk soal pertumbuhan UKM dan IKM serta infrastruktur.

Baginya telaahan kritis itu harus dilakukan sebagai pemegang mandat dari rakyat. "Agar DPR tidak dipandang sebagai 'tukang stempel' saja, maka hingga menit-menit terakhir kami berupaya semaksimal mungkin agar hal-hal krusial tersebut dapat diperhatikan," tekan dia.

Itulah sebabnya menurut Heri, Fraksi Partai Gerindra meminta skors untuk melakukan upaya maksimal agar postur APBN 2016 tetap berada di jalur yang sebenarnya yang berdampak langsung pada ekonomi rakyat.

Akhirnya setelah memperhatikan dinamika yang berkembang, fraksi partai dengan lambang kepala burung garuda ini dapat memahami postur APBN 2016 setelah sebelumnya pemerintah mampu mengakomodir sejumlah masukan untuk kepentingan berbangsa dan bernegara yang lebih besar.

"APBN 2016 harus tetap diawasi agar tetap dijalannya dan dapat dirasakan untuk sebesar-besarnya pembangunan ekonomi yang berdampak langsung kepada masyarakat luas," demikian Heri Gunawan.(spy/iky/dpr/bh/sya)


 
Berita Terkait RAPBN
 
Banggar DPR Sepakat Postur Sementara RAPBN 2022 Rp2.714,2 Triliun
 
Ketua DPR Berharap Pemerintah Optimalkan Pendapatan Negara pada RAPBN 2022
 
Banggar: RAPBN 2022 Disusun Dengan Ketidakpastian
 
Penuh Tantangan, RAPBN 2021 Dituntut Kredibel
 
Heri Gunawan: RAPBN Harus Berjalan Tepat Sasaran
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]