Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 

Tidak Ada Alasan Khusus Pergantian Kepala BIN
Wednesday 19 Oct 2011 17:02:48

Menko Polhukam Djoko Suyanto (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Menko Polhukam Djoko Suyanto membantah adanya alasan khusus atas pergantian pimpinan Badan Intelijen Negara (BIN) dari pejabat kepolisian kepada tentara. Langkah itu pun sama sekali tidak ada kaitannya dengan intelijen yang kerap kecolongan atas sejumlah aksi terorisme.

"Tuduhan itu tidak benar. Saya tidak setuju kalau (intelijen dituding) kecolongan. Tapi pergantian ini hanya untuk lebih meningkatkan kinerja intelijen lebih baik dan lebih solid lagi. Sama sekali tidak ada alasan khusus seperti apa pun,” kata Djoko Suyanto kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/10).

Tidak ada rivalitas, lanjut dia, antara aparat kepolisian dengan tentara dalam tubuh BIN itu. Semuanya bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya masing-masing. Namun, Djoko berharap Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman mampu menghimpun seluruh data intelijen tentang keamanan negara untuk lebih bia mendeteksi secara dini setiap ancaman yang ada.

"Pak Sutanto sudah bekerja sanga baik. Sekarang giliran Pak Marciano untuk meningkatkan lebih baik lagi. Kepala BIN yang baru harus dapat menghimpun semua intelijen yang dikumpulkan dari masyarakat untuk dikembangkan menjadi data yang lebih berguna lagi. Ini pasti akan menjadi tugas utama Kepala BIN sekarang,” jelas mantan Panglima TNI itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tb. Hasanuddin berpendapat penunjukan Marciano Norman menduduki posisi Kepala BIN sangat cocok. Pasalnya, ia merupakan sosok yang berpengalaman dalam bidang tersebut. "Cocok, dia mantan Danjen Kobangdiklat TNI AD dan Paspampres. Tidak ada masalah. Tapi lihat saja nantim hasil kerjanya,” ujar purnawirawan jenderal bintang dua ini.

Menurut politisi PDIP ini, pelantikan Letjen TNI Marciano Norman itu, berarti mengakhiri dua tahun tugas Jenderal Pol. (Purn) Sutanto sebagai Kepala BIN yang telah memberikan dasar-dasar deteksi dini atas aksi terorisme. “Selain terorisme, kepala intelijen negara juga harus dapat mendeteksi ancaman dari luar yang berniat menghancurkan NKRI,” tandasnya. (dbs/wmr/rob)


 
Berita Terkait
 
•
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]