Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
ESDM
Tahun 2015 Anggaran Perjalanan Dinas Kementerian ESDM Rp 1,4 Trilyun Akan Dipotong
Thursday 11 Sep 2014 18:19:52

Ilustrasi. Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM – Pejabat kementerian di lingkungan kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sepakat untuk menurunkan pembiayaan. Dalam anggaran yang direncakanan sebesar Rp. 1,4 trilyun itu pada APBN 2015 akan dipotong hingga mencapai 30%.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo usai mengikuti rapat pimpinan (Rapin) terbatas di kementerian ESDM, Kamis (11/9).

“Ya, salah satu hal yang dibahas adalah soal anggaran non barang yaitu anggaran dinas. Sebelumnya untuk tahun depan dianggarkan sebesar 1,4 trilyun, kini kami sepakat dipotong hingga 30%. Pak Chairul Tanjung sudah mendengarkan hal ini dalam rapim tadi,” ungkap Susilo pada wartawan yang telah menunggu hasil rapin tersebut.

Menurut Susilo, ide pengurangan anggaran dinas ini lahir usulan dari Irjen dan Sekjen Kementerian ESDM saat rapim. Adapun usai rapin, Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tanjung menyatakan bahwa hasil rapat akan dibawa ke DPR.

“Senin esok saya akan sampaikan kepada DPR akan hasil rapin di ESDM ini, termasuk pemotongan anggaran hingga 30% yang didalamnya ada kesepakatan pemotongan anggaran perjalanan dinas,” tambah Chairul.



 
Berita Terkait ESDM
 
Presiden Jokowi Berhentikan Menteri ESDM Archandra Tahar
 
IPI Minta Pemerintah Harus Komitmen, Konsisten Penggunaan TKDN di BUMN, ESDM dan Operator Minyak
 
Politisi PDIP: Sudirman Said Ikut Menikmati Petral
 
Pernyataan Menteri ESDM untuk SBY Tidak Berdasar dan Kontraproduktif
 
Menteri ESDM Harus Keluarkan Juknis untuk Implementasi PP No.70 2009
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]