Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 

Sri Mulyani Belum Populer di Masyarakat Pedesaan
Thursday 04 Aug 2011 13:16:01

Istimewa
JAKARTA-Meski Sri Mulyani dikenal sebagai tokoh yang kredibel di kalangan ekonom dan intelektual, tapi sosoknya belum cukup populer di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Untuk itu, Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) harus ekstra kerja keras untuk mengenalkan calon presiden yang diusungnya kepada masyarakat di kalangan pedesaan.

Selain itu, Sri Mulyani sendiri juga masih harus melindungi citranya, terlebih akan banyak kompetitor yang siap menghadangnya dengan berbagai opini publik. Salah satunya kasus dugaan keterlibatannya dalam skandal bailout Bank Century.

"Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) masih perlu bekerja keras untuk mengenalkan ke masyarakat kalangan bawah di pedesaan. Mengenalkan kinerja tidak hanya mengandalkan ketokohan saja. Kelemahan Sri Mulyani terganjal kasus Century. Demokrat juga bisa terganjal dengan situasi sekarang ini, bila tidak berhasil diselesaikan. Begitupun Ical akan diganjal kasus Lapindo," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua kepada wartawan di Jakarta, Kamis, (4/8).

Sementara itu, Wakil Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo mengatakan, terbukanya peluang Partai Demokrat memasangkan calon presiden Anas Urbaningrum berpasangan dengan Sri Mulyani tidak membuat gentar Partai Golkar. Tapi dirinya malah yakin calon kuat yang dimiliki Partai Demokrat dan juga memiliki pengaruh yang cukup kuat juga adalah istri Presiden SBY, Ani Yudhoyono.

"Sepanjang yang kita pahami, calon Partai Demokrat yang memiliki pengaruh kuat di Partai Demokrat adalah Ibu Ani Yudhoyono. Kalau yang dimajukan calon lain yang bukan Ibu Ani, rasanya berat untuk naik. Apalagi calon itu namanya sejak awal telah cacat," tandasnya.(mic/rob)


 
Berita Terkait
 
•
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]