Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
SDM
Soal Riset Logistik Indonesia-Belanda Adakan Kerjasama
Tuesday 18 Feb 2014 13:37:31

Frits Blessing, koordinator Living Lab Logistics menyampaikan pola kerjasama dihadapan wakil Indonesia dan para peserta perguruan tinggi (FOTO : Dok. Nuffic)
JAKARTA, Berita HUKUM - Melalui kerjasama pada program Living Lab Logistik, pemerintah Belanda yang diprakarsai oleh Netherlands Universities Foundation for International Cooperation (Nuffic) melanjutkan kerjasama bersama pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Perhubungan. Kerjasama kedua wakil Negara itu terkait dalam hal riset bidang logistic. Adapun Nuffic merupakan sebuah lembaga Belanda untuk kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.

Frits Blessing, koordinator Living Lab Logistics mengatakan bahwa kerjasama riset dibidang logistik sebenarnya sudah dimulai setahun lalu. Namun akan terus diperpanjang dengan fokus riset mengambil wilayah Indonesia bagian timur.

"Melalui Living Lab Logistics, para mahasiswa, dosen, dan peneliti dari institusi pendidikan tinggi yang memiliki keahlian di bidang logistik dihubungkan dengan perusahaan yang bergerak di bidang serupa," jelas Frits.

Dengan demikian pembangunan sumber daya manusia (SDM) antar dua Negara tersebut semakin pesat karena proses alih pengetahuan berjalan efektif dan mendalam. Sehingga diharapkan nantinya bisa memacu inovasi mutakhir industri serta mendukung pengembangan akademik bagi universitas.

Menurut Frits, Living Lab Logistics berkait prioritas sektor politik dan ekonomi di kedua negara, yakni pengembangan Sistem Logistik Nasional di Indonesia dan Sektor Utama Logistik di Belanda.

Pertengahan Februari ini rombongan mahasiswa Belanda telah tiba di Indonesia untuk melakukan riset di perusahaan-perusahaan logistik di Indonesia. Mereka berasal dari universitas sains terapan yang ada di Belanda yakni HAN, NHTV dan Rotterdam University of Applied Sciences.

Sementara mahasiswa Indonesia yang akan mengadakan riset di Belanda berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Sekolah Bisnis Internasional Trisakti (TIBS) Jakarta.

Adapun organisasi-organisasi yang mendirikan lembaga ini adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dinalog, Nuffic dan dari sisi perusahaan Samudera Indonesia, PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo II), Port of Rotterdam dan Witteveen + Bos.

Dr. Elly Sinaga Adriana, Dirjen Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan mewakili pemerintah Indonesia berharap kerjasama ini bisa mengembangkan proyek-proyek penelitian terapan antar dua Negara.

“Untuk kementerian proyek-proyek ini harus mengarah pada percontohan dan prototipe yang dapat digunakan dalam logistik ketahanan makanan dengan fokus khusus pada Indonesia Timur,” tandas Elly.(bhc/mat)


 
Berita Terkait SDM
 
ALPEKSI Siap Kawal Visi SDM Unggul Indonesia Maju
 
Upaya Pembentukan Manajemen Talenta Nasional Gagasan Progresif - Revolusioner Atasi Keterbelakangan SDM
 
Muhammad Syafrudin: Pemberdayaan SDM Penting di Daerah Kepulauan
 
Soal Riset Logistik Indonesia-Belanda Adakan Kerjasama
 
KPI Pusat Berkomitmen Tingkatkan Kualitas SDM Penyiaran
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]