Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Haji
Soal Haji Harus Diselesaikan Secara Sistemik
Friday 09 Nov 2012 08:41:59

Anggota Tim Pengawas Haji DPR, Eva Kusuma Sundari saat dikonfirmasi para wartawan.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim Pengawas Haji DPR mengharapkan koordinasi lintas sektoral antara Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan membicarakan persoalan tenaga medis khususnya dokter spesialis yang minim. "Jangan sampai penghasilan spesialis disamakan dengan honor seperti saat ini," ujar Anggota Tim Pengawas Haji DPR, Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (8/11).

Persoalan haji lainnya, terang Eva, bisa dikatakan bahwa situasi terburuk jema'ah adalah berkaitan dan bermula dari penyediaan tenda yang tidak mencukupi oleh Pemerintah Saudi di Mina.

Hal itu, lanjut Eva, memaksa jama'ah tidur seperti pindang, bahkan tidak bisa meluruskan kaki atau berganti posisinya. "Kita berharap dapat dipisahkan jangan sampai ibadah mentoleransi pelayanan yang buruk, pelayanan publik dan ibadah harus disiapkan sebaik mungkin," ujarnya.

Dia menegaskan, Kemenag harus memainkan peran diplomasinya untuk menuntut perbaikan pelayanan kepada pemerintah Saudi. "Kita berharap Komisi VIII DPR dapat tegas dan menciptakan benchmark standarnya yang dapat dipegang," katanya.

Dia menambahkan, perlu disusun standar perbaikan oleh Kementerian Agama secara komprehensif. "DPR juga harus memiliki checklist mana saja yang telah dilakukan dan apa yang harus ditingkatkan kedepannya," tambahnya.

Sementara Pengamat Haji Muhammad Subarkah mengatakan, penyelesaian persoalan haji harus sistemik dan tidak parsial. "Persoalan terkait budaya juga, karena itu masyarakat harus dididik," katanya.

Dia mengatakan, ada persoalan terkait Haji non kuota ini sebesar 7500 orang. "Ini siapa yang mengurusnya, bahkan ada permainan antara oknum Kedubes, travel maupun Kemeneg," jelasnya.(si/dpr/bhc/opn)


 
Berita Terkait Haji
 
Kasus Kuota Haji IKA PMII UI Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum
 
DPR dan Pemerintah Sepakat BPIH 2025 Sebesar Rp 89,4 Juta, Turun Dibandingkan 2024
 
Abdul Wachid: Pansus Haji untuk Perbaikan, Bukan Politisasi
 
Biaya Haji 2024 Resmi Ditetapkan Rp56 Juta per Jemaah
 
Kesiapan Asrama Haji Banten untuk Jadi Embarkasi 2024 Perlu Dukungan Banyak Pihak
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]