Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
ESDM
Sejak Bulan Mei Tersangka Sutan Bhatoegana Belum Ditahan KPK
Tuesday 07 Oct 2014 00:26:48

Sutan Bhatoegana (kiri) dan Jero Wacik (kanan) saat peresmian SPBG di Bekasi pada Desember 2013. (Foto: BH/boy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana terlihat murung usai diperiksa hingga 9 jam lamanya di gedung KPK, pada Senin (6/10). Minim bersuara, politikus Partai Demokrat tersebut langsung meninggalkan wartawan.

Ia pergi meninggalkan gedung KPK sekitar pukul 20.00 wib malam, sejak diperiksa pada pagi hari pukul 09.30 wib.

Pada tanggal 14 Bulan Mei 2014, status Sutan yang terkenal dengan celotehnya 'ngeri-ngeri sedap' itu telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi penetapan APBN-P 2013 Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral oleh Komisi VII DPR. Statusnya itu ditetapkan melalui sangkaan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, melanjuti putusan yang telah dijatuhkan kepada mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, pada 29 April lalu.

Majelis hakim menyebutkan, Rudi pernah menyerahkan 200.000 dollar AS kepada Sutan Bhatoegana.

Dalam jumpa pers usai penyidikan terhadap Sutan, Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, Sutan belum ditahan karena penyidik belum memerlukan penahanan.

“KPK menilai, penahanan Sutan belum pada waktunya. Penyidik akan memeriksa kembali. Harap bersabar,” papar Johan.

Dalam persidangan Pengadilan Tipikor Jakarta juga sempat mencuat keterangan terkait penerimaan uang oleh Rudi, antara lain karena dia didesak membantu Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno dalam memuluskan pembahasan anggaran Kementerian ESDM pada Komisi VII DPR.(ist/bhc/mat)



 
Berita Terkait ESDM
 
Presiden Jokowi Berhentikan Menteri ESDM Archandra Tahar
 
IPI Minta Pemerintah Harus Komitmen, Konsisten Penggunaan TKDN di BUMN, ESDM dan Operator Minyak
 
Politisi PDIP: Sudirman Said Ikut Menikmati Petral
 
Pernyataan Menteri ESDM untuk SBY Tidak Berdasar dan Kontraproduktif
 
Menteri ESDM Harus Keluarkan Juknis untuk Implementasi PP No.70 2009
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]