Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kamboja
Raja Sihanouk Asal Kamboja Wafat di Cina
Monday 15 Oct 2012 12:53:53

Mantan Raja Kamboja, Norodom Sihanouk (Foto: Ist)
CINA, Berita HUKUM - Mantan Raja Kamboja Norodom Sihanouk yang merupakan sosok berpengaruh di negeri itu meninggal dunia pada usia 89 tahun, demikian dinyatakan sejumlah pejabat resmi negara itu. Raja Sihanouk meninggal akibat serangan jantung di Beijing, Cina, kata asisten pribadinya, Pangeran Sisowath Thomico seperti ditulis oleh kantor berita Kyodo.

Menurut Pangeran Thomico, sang Raja mangkat pada Senin (15/10) pukul 02:25 dini hari waktu setempat.

Sihanouk menduduki kursi tahta tahun 1941 dan memimpin Kamboja menuntut kemerdekaan dari Prancis tahun 1953.

Meski kemudian menjalani masa pengasingan bertahun-tahun dan kemudian menyatakan turun tahta tahun 2004 karena kondisi kesehatannya yang memburuk, Raja Sihanouk tetap menjadi figur yang dicintai rakyatnya.

Kabar wafatnya Raja Sihanouk juga dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Nhik Bun Chhay seperti dikutip oleh kantor berita milik pemerintah Cina, Xinhua.

Namun belum ada penjelasan lanjut terkait hal ini.

Sihanouk lahir tahun 1922, dan merupakan putra sulung dari pasangan Raja Norodom Suramarit dan Ratu Kossamak.

Pendidikan dijalani di sekolah Prancis di Saigon dan Paris, serta kemudian pemerintahan rezim Vichy di Prancis yang dikuasai Nazi, yang mengangkatnya ke puncak tahta sebagai Raja Kamboja tahun 1941.

Saat itu, Sihanouk baru berusia 18 tahun dan dengan gelar Raja, mendahului ayahnya, Vichy berharap dirinya mudah dipengaruhi.

Penengah faksi

Namun kemudian justru dengan gelar raja, Sihanouk leluasa menggiatkan kampanye internasional menuntut kemerdekaan negerinya usai perang.

Tahun 1953, akhirnya Kamboja yang hampir seratus tahun dijajah Prancis merdeka tanpa pertumpahan darah. Dua tahun sesudah itu, Sihanouk rela turun tahta agar ayahnya dapat menjadi Raja dan memegang jabatan sebagai perdana menteri merangkap menteri luar negeri Kamboja.

Kamboja memasuki masa kekelaman sejarah di tengah Perang Dingin tahun 1970-an saat pemerintah Kerajaan meneken perjanjian dengan kelompok pemberontak komunis dukungan Vietnam, Khmer Merah.

Rezim brutal itu kemudian menguasai Kamboja yang hanya selama empat tahun dari 1975 hingga 1979, namun diyakini bertanggung jawab atas tewasnya lebih dari sejuta jiwa rakyat Kamboja, sebagian pengamat mengatakan hingga dua setengah juta jiwa, akibat kekejamannya.

Sihanouk juga mengutuk Khmer Merah atas kekejian ini, yang bahkan juga merenggut nyawa anak-anaknya.

Tahun 1991, PBB berhasil membujuk pemerintahan boneka dukungan Vietnam agar mundur dan Kamboja kemudian mengikuti jalur demokrasi, sehingga Sihanouk dapat kembali ke tahta kerajaan.

Semakin lanjut, peran Sihanouk kemudian adalah sekedar sebagai penengah antar faksi politik Kamboja yang kerap kisruh oleh intrik, sampai kemudian kondisi kesehatannya memburuk.

Meski banyak dianggap sebagai sosok yang otokratik, mudah meletup dan elitis, bagi rakyat Kamboja Sihanouk tetap dianggap sebagai figur bapak bangsa, sosok langka yang bertindak sebagai pilar penting ditengah puluhan tahun masa konflik dan pertumpahan darah.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Kamboja
 
Rezim Kamboja Pemimpin Khmer Merah Didakwa Pengadilan Bersalah atas Genosida
 
Partai PM Hun Sen Menang Pemilu Kamboja
 
Delegasi Kamboja Bawa Rombongan Kabinet ke Konferensi International CAPDI
 
Raja Sihanouk Asal Kamboja Wafat di Cina
 
Pengadilan HAM Kamboja Kehabisan Dana
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]