Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penembakan
Polri Amankan 4 CCTV Dari Lokasi Penembakan
Wednesday 11 Sep 2013 00:23:37

Polisi saat menjaga-jaga usai Penembakan di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aksi penembakan terhadap anggota Propos Mabes Polri yang menewaskan Bripka Sukardi didepan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Polisi mengamankan 4 CCTV dilokasi kejadian.

Adapun CCTV yang diamankan tersebut 3 dari gedung keamanan KPK, sementara 1 CCTV dari Halte Trans Jakarta yang tepat berada di depan gedung KPK jalan H.R. Rasuna Said Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Hal ini dinyatakan, salah seorang petugas keamanan gedung (KPK) kepada pewarta BeritaHUKUM.com "polisi tadi sudah berkoordinasi dan mengamankan CCTV sebagai alat bukti penembakan terhadap anggota Propos Mabes Polri," ujar petugas keamanan KPK.

Ditambahkannya, gambar pelaku dari rekaman CCTV milik kami tidak terlalu jelas, terlihat kecil gambarnya, pelaku menggunakan jaket hitam dan meluncur ke arah Mampang Prapatan.

Sementara salah seorang anggota Polisi berpakaian preman di tepat kejadian perkara (TKP) melaporkan kepada pimpinannya bahwa, telah mengamankan 4 CCTV yaitu tidak dari gedung (KPK) dan satu dari halte Trans Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan suasana di (TKP) masih ramai dan oleh ratusan aparat keamanan dan wartawan serta ratusan warga lainnya. Terlihat Wakapolri Komjen Pol Oegroseno hadir ke TKP dengan mengenakan baju kaos berwarna hitam.(Bhc/put)


 
Berita Terkait Penembakan
 
PM Australia menjenguk 'pahlawan sejati Australia' Ahmed el Ahmed yang berhasil merebut senjata pelaku penembakan masal
 
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat
 
Kapolri Janji Ungkap dan Proses Hukum Kasus Baku Tembak Sesama Anggota Polri secara Transparan
 
Rumdis Kadiv Propam Polri di Duren Tiga Geger, Satu Anggota Polisi Tewas Ditembak
 
Polisi Tetapkan Ipda OS Tersangka Kasus Penembakan di Tol Bintaro
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]