Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
BPK
Pemeriksaan BPK: Mengawal Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Negara
Saturday 29 Dec 2012 09:14:47

Walikota Bogor, Kaditama Binbangkum dalam memberikan paparannya dalam acara Mengawal Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Negara.(Foto: Ist)
BOGOR, Berita HUKUM - Dalam rangka membangun komunikasi secara efektif dengan pemangku kepentingan di wilayah Provinsi Jawa Barat, Badan Pemeriksa Keuangan RI mengadakan sosialisasi yang terkait dengan tugas, wewenang, dan hasil pemeriksaan BPK dengan tema “Pemeriksaan BPK: Mengawal Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Negara” pada Jum'at (28/12), di Hotel Horison, Bogor.

Bertindak sebagai narasumber, yaitu Kepala Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara BPK (Kaditama Binbangkum), Nizam Burhanuddin, dan Anggota Komisi XI DPR RI, Arif Budimanta, dengan moderator Sekretaris Daerah Kota Bogor, Aim Halim Hermana.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tugas, fungsi, dan kewenangan BPK serta pencapaian kerja BPK dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi mengenai hasil pemeriksaan BPK dan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan yang diharapkan BPK serta entitas yang diperiksa.

Selain itu, sosialisasi ini diselenggarakan untuk memperoleh masukan dari para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kinerja BPK, serta memberikan pemahaman tentang fungsi pengawasan yang dilakukan oleh DPR dalam pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat, Slamet Kurniawan, Walikota Bogor, Diani Budiarto, Pimpinan DPRD Kota Bogor dan Cianjur, Sekda, Muspida, Pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Bogor dan Cianjur, serta para rektor universitas di Kota Bogor.

Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat, dalam laporannya mengatakan BPK memiliki harapan agar laporan keuangan pemerintah daerah mendapatkan opini yang terbaik, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Untuk itu dibutuhkan komitmen dari kepala daerah dan seluruh jajarannya untuk memperbaiki dan melakukan perubahan dengan menyusun rencana aksi yang harus dilaksanakan secara menyeluruh pada seluruh SKPD. Kepala daerah juga harus selalu melakukan monitoring perkembangan penyelesaian temuan BPK untuk memastikan perbaikan telah dilaksanakan.

Sementara itu, Walikota Bogor dalam sambutannya mengatakan kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi cara untuk membangun pengetahuan dan persepsi bersama yang tepat tentang peran dan fungsi BPK dalam rangka memperkuat sistem pengelolaan keuangan negara.

Kaditama Binbangkum, memberikan pemaparan mengenai peranan BPK dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel. Dalam paparannya dijelaskan hal-hal terkait tugas pemeriksaan BPK, termasuk diantaranya hubungan kerja antara BPK dengan lembaga perwakilan dan pemerintah dalam hal penyampaian dan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.

“Seluruh keuangan negara adalah milik negara dan harus diperiksa oleh BPK dan keuangan negara itu adalah semua yang menjadi hak atau menjadi kewajiban negara untuk mengelolanya,” jelas Kaditama Binbangkum.

Sedangkan Anggota Komisi XI DPR, Arif Budimanta, memberikan pemaparan mengenai pengawasan, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara. Dalam paparannya dijelaskan mengenai skema penyusunan APBN, serta fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan negara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan BPK dengan pemangku kepentingan serta dukungan masyarakat dapat mendorong terwujudnya tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel.(bpk/bhc/opn)


 
Berita Terkait BPK
 
Bareskrim Polri Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Suap Pengurusan DID Kota Balikpapan
 
Legislator Minta BPK Audit Data Penerimaan Negara Dari Hilirisasi Nikel
 
Pagu Anggaran BPK dan BPKP Disetujui DPR
 
Pertanyakan Pengelolaan Keuangan Pusat, Wakil Ketua MPR: Pengelolaan Anggaran Tidak Transparan dan Akuntabel
 
Komisi VII Minta BPK Audit Divestasi Saham PT Vale Indonesia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]