Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Thailand
Oposisi Thailand Kembali Demonstrasi
Monday 23 Dec 2013 01:32:56

Demonstrasi di Thailand menyebabkan kondisi politik kembali memanas
THAILAND, Berita HUKUM - Oposisi Thailand kembali menggelar demonstrasi di ibukota Bangkok, untuk mendesak pemerintahan Yingluck Shinawatra untuk mundur.

Pemimpin protes mengatakan diperkirakan ratusan ribu orang akan hadir dalam demonstrasi tersebut.

Sabtu (21/12) lalu, oposisi Partai Demokrat mengatakan akan melakukan boikot pemilu pada 2 Februari mendatang.

Perdana Menteri Yingluck Shinawatra menyerukan penyelenggaraan pemilu pada awal bulan ini, untuk menghentikan protes massa.

Yingluck menang dalam pemilu 2011 lalu, tetapi para pemrotes mengatakan saudaranya- yang merupakan yang digulingkan Thaksin Shinawatra - kembali berpengaruh.

Pemimpin protes Suthep Thaugsuban mengatakan dia berharap aksi yang digelar Minggu (22/12) akan meningkatkan desakan kepada Yingluck dan pemerintahannya, seperti diberitakan Bangkok Post.

Pemrotes telah mendirikan panggung di lima lokasi utana dan akan berupaya menghentikan lalu lintas di jalur komersial di ibukota, seperti dilaporkan wartawan BBC di Bangkok Jonathan Head.

Pemimpin militer Thailand telah mengeluarkan peringatkan perbedaan politik akan "memicu sebuah perang sipil".

Oposisi yang mendukung protes di Bangkok telah menyebabkan kondisi politik di Thailand kembali memanas, sejak 2010 lalu, dengan empat korban tewas dalam bentrokan beberapa pekan lalu.

Dalam keterangan pers Sabtu (21/12) pemimpin Partai Demokrat Abhisit Vejjajiva mengatakan kepada wartawan bahwa partainya telah sepakat tidak akan mengajukan kandidat pada pemilu mendatang.
"Masyarakat Thailand telah kehilangan kepercayaan terhadap sistem demokrasi," kata dia, "Politik Thailand berada pada tahap kegagalan".(BBC/bkp/bhc/sya)


 
Berita Terkait Thailand
 
Pemilu Thailand: Pemilih Muda Ingin Ada Perubahan Mendasar
 
Demonstrasi Thailand: Mengapa Kaum Muda Memimpin Aksi Besar-besaran dan Bersedia Melawan Hukum?
 
Mahasiswa Tuntut Perdana Menteri Thailand Turun dan Reformasi Monarki, 'Ganyang Feodalisme,Hidup Rakyat!'
 
Mengapa Pemilu Thailand Diwarnai 'Keganjilan'? Media dan Peretas Pun Dituding
 
Sempat Hidup Mewah, Mantan Biksu Thailand Divonis Penjara Lebih 100 Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]