Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Thailand
Mantan PM Abhisit Vejjajiva Resmi Didakwa
Thursday 13 Dec 2012 20:10:26

Mantan Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva.(Foto: Ist)
THAILAND, Berita HUKUM - Mantan Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva secara resmi dikenai dakwaan pembunuhan terkait kematian warga dalam demonstrasi dua tahun lalu.

Abhisit Vejjajiva hadir di Departemen Penyelidik Khusus (DSI) di Bangkok, Kamis (13/12) untuk mendengarkan dakwaan resmi yang dihadapinya.

Dia dituduh mengizinkan penggunaan kekuatan yang mematikan tanpa batas untuk menumpas gelombang unjuk rasa.

Selain Abhisit Vejjajiva, pihak berwenang juga mendakwa mantan Wakil Perdana Menteri, Suthep Thaugsuban.

"DSI telah mengenakan dakwaan kepada Abhisit dan Suthep dengan pasal 288, yaitu pembunuhan. Keduanya membantah dakwaan," kata seorang anggota parlemen dari Partai Demokrat, Thavorn Senniem seperti dikutip kantor berita AFP.

Mereka ditemani oleh ketua penasehat Partai Demokrat, Chuan Leekpai, dan sejumlah pengurus teras partai termasuk Thavorn Senneam dan Apirak Kosayodhin.

Setelah mendengarkan dakwaan resmi, mantan perdana menteri dan wakilnya langsung menjalani pemeriksaan.

Pejabat pertama

Mereka dikenai dakwaan sehubungan dengan kematian seorang pengemudi taksi, Phan Kamkong.

Pengadilan menyatakan sopir taksi dari daerah Yasothon itu meninggal dunia karena diterjang peluru yang ditembakkan oleh tentara dalam operasi militer menumpas pengunjuk rasa kelompok Baju Merah pada 2010.

Sekitar 90 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka dalam serangkaian bentrokan antara kelompok Baju Merah dengan pasukan keamanan.

Kelompok Baju Merah yang sebagian besar adalah pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra menuntut pemilihan digelar ulang dengan alasan kemenangan Abhisit Vejjajiva tidak sah.

Abhisit dan wakilnya merupakan pejabat pertama yang dikenai dakwaan dalam kasus kekerasan politik di Bangkok tersebut.

Mantan PM Thailand itu menegaskan baru memberikan izin penggunaan amunisi hidup oleh tentara setelah pemrotes mulai mempersenjatai diri mereka.

Para pendukung mereka mengatakan dakwaan atasnya bermotif politik.(afp/bhc/opn)


 
Berita Terkait Thailand
 
Pemilu Thailand: Pemilih Muda Ingin Ada Perubahan Mendasar
 
Demonstrasi Thailand: Mengapa Kaum Muda Memimpin Aksi Besar-besaran dan Bersedia Melawan Hukum?
 
Mahasiswa Tuntut Perdana Menteri Thailand Turun dan Reformasi Monarki, 'Ganyang Feodalisme,Hidup Rakyat!'
 
Mengapa Pemilu Thailand Diwarnai 'Keganjilan'? Media dan Peretas Pun Dituding
 
Sempat Hidup Mewah, Mantan Biksu Thailand Divonis Penjara Lebih 100 Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]