Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 

MA Siap Layani Gugatan KY
Tuesday 06 Sep 2011 22:57:17

Ketua MA Harifin Andi Tumpa (Foto: BeritaHUKUM.com)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Mahkamah Agung (MA) siap digugat Komisi Yudisial (KY). Lembaga peradilan tertinggi di Indonesia ini pun memastikan menolak rekomendasi Komisi Yudisial (KY) untuk memberi sanksi kepada hakim yang mengadili mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

“MA siap menghadapi gugatan KY, jika memang KY ingin menggugat MA ke MK. Kami sudah putuskan dalam rapat pimpinan menolak rekomendasi itu,” kata Ketua MA Harifin Tumpa kepada wartawan di gedung MA, Jakarta, Selasa (6/9).

Menurutnya, alasan pertama yang menjadi keberatan pihaknya, karena rekomendasi KY sudah masuk dalam teknis pemeriksaan perkara. Sedangkan masih ada proses hukum yang masih terus dijalani, yakni peninjauan kembali (PK). "Kalau rekomendasi KY dibenarkan akan mempengaruhi hakim," ujarnya.

Harifin mengungkapkan, pihaknya segera memberikan laporan tertulis mengenai penolakan tersebut ke KY. Namun, hal itu masih dalam penyusunan redaksional. "Kami akan kirimkan jawabannya dalam waktu dekat," ujarnya.

Mengenai adanya kemungkinan KY menggugat MA melalui MK dan menjadikan kasus itu sebagai sengketa kewenangan antarlembaga negara, Harifin menjelaskan pihak menyilahkan KY melakukannya. "Biar saja. Nanti kami hadapi," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh menilai, sikap MA tersebut sebagai bentuk proteksi terhadap anggota korps lembaga tertinggi kehakiman itu. MA tidak mempunyai itikad baik untuk menciptakan hakim yang bersih. "Masyarakat pasti bisa melihat bagaimana MA melindungi hakimnya yang melanggar kode etik," ujarnya.

Meskipun sudah menduga akan terjadi penolakan, Imam mengaku tidak heran dengan sikap MA tersebut. Dalam waktu dekat, KY berencana akan mengajukan gugatan sengketa kewenangan lembaga negara ke Mahkamah Konstitusi. Salah satu dasar yang menjadi pertimbangan, ungkap Imam, adalah untuk memperjelas kewenangan masing-masing lembaga peradilan itu.

"Saya rasa perlu diperjelas kewenangan masing-masing lembaga agar bisa dipatuhi lembaga lain," ucapnya. Namun, ia tidak menjelaskan kapan gugatan itu akan dilayangkan.

Sebelumnya diberitakan, MA mengakui adanya persoalan pelanggaran kode etik hakim yang dipersoalkan KY. Namun bukan berarti KY menilai putusan hakim salah. Apalagi tidak ada sanksi yang ditetapkan terhadap pelanggaran kode etik tersebut.

KY pun sudah berencana untuk mengajukan gugatan sengketa kewenangan antarlembaga negara ke MK. Hal itu dilakukan apabila MA menolak rekomendasi tersebut. Selain mengajukan gugatan, KY juga mengancam mematikan karir ketiga hakim tersebut ketika mengikuti proses seleksi hakim agung.(mic/wmr)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]