Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 

MA Belum Terima Rekomendasi KY
Friday 19 Aug 2011 18:33:01

Ketua MA Harifin A Tumpa (Foto: Istimewa)
JAKARTA-Rekomendasi Komisi Yudisial terkait pemberian sangsi kepada majelis hakim perkara tingkat pertama atas nama terpidana Antasari Azahar, hingga saat ini belum diterima Mahkamah Agung (MA).

Hal ini diakui Ketua MA yang mengatakan bahwa surat rekomendasi KY belum sampai di mejanya. "Belum ada. Belum ada di meja saya," kata Harifin A Tumpa kepada wartawan di gedung MA, Jakarta, Jumat (19/8).

Padahal, Kamis (18/8) kemarin, KY sudah menyerahkan surat tersebut kepada MA. "Sudah, (Kamis) sore kemarin dikirim ke MA," ujar juru bicara KY Asep Rahmat Fajar.

Ditegaskan Harifin, jika berkas rekomendasi tersebut sudah dikirimkan ke pihaknya, pasti sudah diterima pihaknya. Berarti, berkas tersebut seharusnya sudah berada di atas mejanya, pada hari ini. "Kalau benar kemarin dikiri, seharusnya sudah masuk ke meja saya," tegas Harifin.

Kendati demikian, Harifin menduga bahwa surat tersebut sudah masuk ke MA. Tapi boleh jadi masih berada di bagian tata usaha MA. “Mungkin Senin (22/8) baru sampai di meda saya. Lihat saja nanti,” selorohnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KY menemukan indikasi kuat pelanggaran kode etik, yang dilakukan oleh tiga hakim yang menyidangkan perkara Antasari Azhar di tingkat peradilan pertama, yakni PN Jakarta Selatan. Rekomendasi itu menjatuhkan hukuman hakim nonpalu bagi ketiga hakim tersebut selama enam bulan.(irm)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]