Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Demokrasi
Ketua DPR Minta Generasi Milenial Aktif Perkuat Demokrasi
2018-08-16 09:50:24

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menerima lima peserta terbaik Parlemen Remaja.(Foto: Jaka/mr)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta kaum muda atau generasi milenial turut terlibat aktif dalam memperkuat kemajuan demokrasi Indonesia. Jangan sampai demokrasi di Indonesia berjalan ditempat, karena tidak adanya partisipasi publik dari kaum muda dalam setiap proses politik.

"Jika anak-anak muda hanya diam dan berpangku tangan, bisa dipastikan masa depan politik kita akan suram. Suramnya politik pada akhirnya akan membawa kehancuran bagi bangsa dan negara. Jadi kalau bisa jangan diam, tapi bergeraklah dari sekarang, sebarkan kebaikan dan jadilah teladan bagi sesama," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, saat menerima lima peserta terbaik Parlemen Remaja di Gedung DPR RI, Jakarta, Senayan, Rabu (15/8).

Kelima peserta terbaik Parlemen Remaja tersebut adalah Zakaria Anshari (Kalimantan Barat), M Taufiq Ramadhan (Kepulauan Riau), M Risqullah Ammar (Sulawesi Barat), Edo Fernando Putra (Kepulauan RIau), Nadiya Diena Nasuha (Gorontalo).

Kepada kelima peserta terbaik Parlemen Remaja, politisi Partai Golkar menuturkan politik tidaklah seseram yang didengungkan banyak orang. Politik sesungguhnya adalah jalan bagi sebuah bangsa dalam menentukan arah masa depannya. Karenanya, kaum muda tak perlu antipati ataupun takut terhadap politik.

"Saya dorong anak-anak muda harus terlibat dalam politik. Namun, keterlibatannya harus dalam koridor politik yang mulia, politik yang mengajak kepada kebaikan. Bukan politik dengan menyebar kebencian," kata Bamsoet.

Ketua Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) ini berpesan, sebagai generasi muda milenial yang aktif dan kritis, kaum muda harus bisa menyaring informasi secara sehat. Jangan sampai ikut terlibat dalam disinformasi yang menyesatkan.

"Perkembangan dunia maya saat ini sangat memprihatinkan. Terkadang masyarakat lebih meyakini informasi hoaks yang didapat dari dunia maya, ketimbang informasi dari portal berita ternama. Saya harap anak-anak muda mampu menjadi penyeimbang informasi ditengah kehidupan masyarakat. Termasuk memberikan informasi yang positif tentang peran dan kinerja DPR RI," sambungnya.

Parlemen Remaja merupakan program rutin yang diselenggarakan DPR RI dalam rangka memberikan pendidikan politik dan demokrasi kepada para generasi muda sedini mungkin. Sasarannya adalah para remaja siswa sekolah menengah atas/sederajat. Sehingga kelak usai mengikuti kegiatan ini mereka bisa memahami hakikat politik, khususnya mengenai tugas dan fungsi DPR RI sebagai salah satu lembaga politik yang mewakili rakyat.

"Alhamdulilah peminat Parlemen Remaja setiap tahun selalu meningkat. Tahun lalu saja yang mendaftar ada 6.800 siswa dari 34 provinsi. Ini menunjukan tingginya antusias generasi muda terhadap politik. Melalui Parlemen Remaja, mereka diajarkan simulasi sidang, pembahasan RUU maupun kegiatan kedewanan lainnya. Mereka juga mendapat wawasan dan pengetahuan tentang kemuliaan politik. Sehingga kelak mereka bisa terlibat dalam kegiatan politik yang penuh kebajikan," terang Bamsoet.(ann/sf/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Demokrasi
 
Kontroversi Presiden RI, Pengamat: Jokowi Mau Membunuh Demokrasi Indonesia!
 
Jangan Golput, Partisipasi Generasi Muda di Pemilu Penentu Indeks Demokrasi
 
Yanuar Prihatin: Sistem Proporsional Tertutup Bahayakan Demokrasi
 
Peneliti BRIN Ungkap Demokrasi Tak Lagi Sehat Sejak Maraknya 'Buzzer' di Medsos
 
Jelang Tahun 2023, Fadli Zon Berikan Dua Catatan Kritis Komitmen Terhadap Demokrasi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]