Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 

Kasus Nazaruddin, Ujian Integritas dan Komitmen SBY
Sunday 21 Aug 2011 05:52:18

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Istimewa)
MEDAN-Integritas Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang di uji. Hal ini terkait dengan komitmennya dalam upaya mempercepat pemberantasan korupsi. Kasus M Nazaruddin merupakan tantangan terberat dari komitmennya tersebut.

"SBY dalam kedudukannya sebagai Presiden maupun Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, publik tengah menunggu langkah-langkah nyata yang akan diambilnya, terutama dalam percepatan pemberantasan korupsi," katanya pengacara senior Adnan Buyung Nasution di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (20/8), seperti dikutip Antara.

Abang—sapaan akrab pria beruban ini—menyatakan, SBY harus membuktikan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa ia tetap konsisten dan konsekuen dalam pemberantasan korupsi. Langkah itu harus diwujudkan dengan tindakan nyata yang bisa diawali memecat dan memperoses secara hukum kader partainya sendiri yang sudah menyalahi aturan partai.

Selain itu, lanjut Abang, pada akhir masa pemerintahan nanti, SBY harus berani mengambil kebijakan yang tegas dan rasional. SBY tidak bisa terus-menerus larut dalam permainan 'dagang sapi' bersama-sama segelintir orang.

Salah satu yang mendesak adalah memperbaiki kinerja pemerintahan dengan melakukan perombakan kabinet secara total. Postur kabinet yang tambun perlu dirampingkan dan disegarkan dengan mengganti menteri-menteri titipan partai yang rapornya buruk dengan memasukkan menteri baru yang rekam jejaknya jelas, memiliki kemampuan di bidangnya dan yang paling penting mereka harus berintgrasi.

Sekarang ini, lanjut dia, rakyat kian menyadari kebutuhan akan sosok pemimpin yang berintegritas. Sebaliknya, semakin hari justru tidak tampak dalam sosok kepemimpinan SBY. "Langgam kepemimpinannya yang lamban dan kurang responsif membuat banyak urusan menjadi tetap terbengkalai. Terkadang ia reaktif terhadap hal-hal sepele yang tidak semestinya menjadi fokus dan prioritas," papar pendiri YLBHI itu.(mic/ans)


 
Berita Terkait
 
•
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]