Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
#2019GantiPresiden
KPN-GP 2019 Gelar Deklarasi 'Kami Mau Prabowo Presiden 2019'
2018-07-22 08:44:45

Tampak suasana aksi Komite Persatuan Nasional - Ganti Presiden (KPN-GP) 2019: 'Kami Mau Prabowo Presiden 2019 dan #2019GantiPresiden.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Di persimpangan Jl. Proklamasi Jakarta Pusat, tepatnya depan gerbang Tugu Proklamasi pada Sabtu (21/7) telah berlangsung aksi oleh seratusan orang, deklarasi disertai pembentangan spanduk sepanjang seratus meter bertuliskan 'Kami Mau Prabowo Presiden 2019' #2019GantiPresiden yang digelar oleh komite yang terdiri dari gabungan organisasi, kelompok, komunitas, jaringan hingga Individu yang mengatasnamakan Komite Persatuan Nasional - Ganti Presiden (KPN-GP) 2019.

Kondisinya, kemuka Yudi Syamhudi Suyuti, Koordinator KPN-GP 2019 menyerukan deklarasi diadakan sebagai penegasan sikap, "menetapkan dukungan ke Prabowo Subianto sebagai calon Presiden Indonesia pada tahun 2019 mendatang. Diputuskan dalam Rapat Rakyat Indonesia beberapa waktu lalu di Gedung Juang 45 Jakarta," tandasnya, Sabtu (21/7).

Adapun, Rapat Rakyat Indonesia merupakan rapat nasional Komite yang dilakukan melalui musyawarah dari anggota Komite.

Aksi deklarasi tersebut, tukas Yudi Syamhudi adalah merupakan aksi nyata dan damai diselenggarakan Komite ke Prabowo Subianto didasari atas pemikiran mendasar, dimana pintu masuk perubahan mendasar melalui memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia.

Saat ini, sambungnya kembali berpandangan bahwa, "situasi Indonesia yang rakyat, bangsa, dan negaranya semakin tidak berdaulat. Sehingga mengarah pada negara gagal ;failed state's dibutuhkan suatu perubahan mendasar,: ujarnya mengkritisi.

Sementara, menurut Koordinator KPN-GP 2019 bahwasanya visi dan misi Prabowo memiliki banyak kesamaan dengan visi dan misi Komite serta the Rakyat banyak Indonesia.

Karakter mantan Danjen Kopasus itu adalah sosok yang berjiwa nasionalis, kerakyatan dan dekat dengan umat beragama, itulah juga yang menjadi alasan penting pilihan dukungan Komite ke Prabowo.

Maka itulah, dalam Deklarasi, "Kami Mau 2019 Prabowo Presiden, Komite mengajak seluruh Rakyat Indonesia yang ingin Ganti Presiden 2019 untuk bersatu dengan solid untuk mendukung dan memenangkan Prabowo di Pilpres 2019," jelasnya.

"Karena disinilah Rakyat berusaha untuk memiliki Negaranya kembali dengan ikut andil langsung dalam perjuangan. Sehingga jika Prabowo nanti terpilih, maka Prabowo adalah milik Rakyat," pungkasnya singkat.

Puncak dari acara deklarasi pembentangan spanduk raksasa berukuran panjang 100 meter yang menyatakan Kami Mau 2019 Prabowo Presiden.(bh/mnd)


 
Berita Terkait #2019GantiPresiden
 
Masyarakat Sumbar Antusias Sambut Kedatangan Aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman dan Fadli Zon
 
Aparat Pelaku Persekusi Harus Dilaporkan
 
Gerakan Emak Emak Peduli Rakyat 'GEMPUR' Unjukrasa di Mabes Polri
 
Agus Riewanto: Gerakan #2019GantiPresiden Merupakan Gejala Makar
 
Tagar #2019GantiPresiden, Propaganda Politik dan Kurang Mendidik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]