Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
KAJS
KAJS akan Mengajukan Judicial Review MA Menkokesra Terkait Dana Bantuan Iuran
Monday 15 Jul 2013 15:50:56

Presiden KAJS, dalam Pertemuan Antar Pers.(Foto: BeritaHUKUM.com/ink)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komite Aksi Jaminan sosial (KAJS) yang terdiri dari (serikat pekerja, serikat petani, serikat nelayan, gerakan masyarakat lainnya, dan Mahasiswa) menyikapi keputusan Pemerintah tentang Peserta penerima bantuan iuran sebanyak 86,4 juta orang.

Maka dengan tegas KAJS menyatakan, menolak keputusan tersebut, karena;

Data TNP2K (dibawah wakil presiden) sebelumnya menyebutkan peserta PBI adalah 96,7 juta orang, ini berarti terjadi selisih 10,3 juta orang dari jumlah PBI yang ditetapkan pemerintah.

Artinya orang miskin dan tidak mampu tidak tercover jaminan kesehatan pada 1 Januari 2014. Sebanyak 45,5 juta orang peserta Jamkesda (data kemenkes) akan mengalami diskriminasi pelayanan Jamkes yaitu; tidak berlaku asas portabilitas (tidak bisa berobat diseluruh wilayah Indonesia, dan biaya kesehatannya limit). Padahal program SJSN mengamanatkan unlimit biaya untuk semua jenis penyakit.

Dengan demikian jumlah penerima PBI pada 1 Januari 2014 sebanyak 96,7 juta orang, ditambah 45,5 juta orang tadi (jamkesda) serta buruh yang termasuk kategori orang yang tidak mampu sebanyak 13,8 juta orang. Dengan iuran Rp. 22.500/ orang.

Bilamana Pemerintah tidak menjalankan peserta PBI sebanyak 156 juta, maka berarti Menkokesra, Menkeu, dan Menkes telah melanggar konstitusi.

Dan KAJS akan melakukan langkah hukum ke Pengadilan Negeri dan judicial review MA, diiringi aksi besar-besaran pada bulan Agustus, September, Oktober, dan November, seperti rilis yang diterima BeritaHUKUM.com.(rls/bhc/ink)


 
Berita Terkait KAJS
 
• KAJS Tolak Perpres Nomer 105
 
• Pelaksanaan BPJS Pemerintah Dinilai Melanggar Konstitusi
 
• Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Cacat Hukum
 
• KSPI Tolak Keputusan Hasil Rapat Pemerintah
 
• Komite Aksi Jaminan Sosial Tolak Data Sementara Pemerintah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]