Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
JATAM
JATAM: Tingkat Keselamatan Rakyat Dinomorduakan
Thursday 26 Jul 2012 16:10:45

Ilustrasi (Foto: Ist)
SULTENG, Berita HUKUM - Beberapa tambang di Sulawesi masih mengancam nyawa masyarakat. Selain mengancam nyawa, kesehatan masyrakat di sekitar tambang pun belum diperhatikan secara serius.

Demikian pernyataan JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) Sulawesi Tengah.
“Tingkat keselamatan rakyat menjadi nomor dua. Setelah pertarungan ruang atas sumber-sumber produksi jatuh di tangan kapitalis ekstraktif. Keberadaan rakyat di sekitar tapak projek pertambangan harus menerima kenyataan pahit sebagai tempat pembuangan racun dan sampah dari sisa-sisa keuntungan pemilik korporasi pertambangan,” papar pihak JATAM Sulteng, Syahrudin Ariestal, dalam rilisnya yang diterima pewarta Beritahukum.com, Kamis (26/07).

Menurut pihak JATAM, kenyataan ini menjadi fakta otentik, bagaimana industri pertambangan tidak peduli terhadap aspek keselamatan rakyat dan kondisi lingkungan hidup. Ruang hanya menjadi sandaran produksi gratis yang dikuras secara membabi-buta di bawah kontrol pasar. Bahkan, pihak JATAM memaparkan kasus di Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala, tambang emas PT Cahaya Manunggal Abadi, menyebabkan adanya korban jiwa.

Pihaknya juga meminta pemerintah Sulawesi Tengah segera mengeluarkan keputusan politik, terkait hal itu. (bhc/frd)


 
Berita Terkait JATAM
 
Tak Cukup Hanya Didenda 2 Miliar, JATAM Desak Pidanakan Pimpinan Indominco
 
Surat Terbuka JATAM untuk Presiden Jokowi
 
JATAM Galang Dana Tutup Lubang Tambang yang Tewaskan 12 Anak di Samarinda
 
Jatam Sulteng Dukung Warga Podi terkait Gugatan Class Action
 
55% Lahan di Kuasai Pertambangan, Touna Krisis Agraria
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]