Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pupuk
Harga Pupuk Naik, Petani Mengeluh
Friday 06 Jan 2012 15:42:53

Ilustrasi (Foto: Ist)
JOMBANG (BeritaHUKUM.com) – Sejumlah petani dari sejumlah desa di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang mengeluh kepada anggota DPRD setempat. Hal ini terkait dengan naiknya harga pupuk urea di tingkat petani.

Warga dari tiga desa yang ada di Kecamatan Kesamben, yakni Desa Watudakon, Desa Podoroto, dan Desa Jombatan tersebut meminta perhatian dari para wakil rakyat untuk melakukan pengecekan terkait kenaikan harga pupuk tersebut. Mereka juga berharap, agar DPRD membantu untuk menstabilkan harga tersebut. Pasalnya, pada saat ini bersamaan dengan masa tanam padi.

“Sejumlah petani mendatangi saya. Mereka berasal Desa Podoroto, Watudakon, dan Jombatan. Para petani itu melaporkan bahwa harga eceran pupuk urea mencapai Rp 1.800 per ilogram dari sebelumnya Rp 1400 per kilogram,” ujar anggota Komisi DPRD Jombang, Minardi kepada wartawan, Jumat (6/1).

Menurut politisi asal Partai Demokrat ini, pihaknya belum melakukan pengecekan atas laporan petani yang ada di tiga desa tersebut. Namun, ia berjanji akan segera berkomunikasi dengan pimpinan Komisi B DPR untuk segera melakukan pemanggilan kepada kepala Dinas Pertanian dan distributor pupuk yang ada di Jombang.

“Akan segera saya komunikasikan dengan pimpinan untuk dibahas lebih lanjut. Kalau memang perlu akan kita panggil Kepala Dinas terkait dan distributor untuk menjelaskannya,”imbu Minardi.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Asosiasi Pedagang Pupuk Resmi Jombang (AP2RJ) Ahmad Tohari menuturkan, tidak ada kenaikan harga pupuk, karena untuk harga pupuk itu diatur oleh Surat Keputusan Kementrian Pertanian atau SK bersama, jadi pasti ada persamaan ditiap daerah.

“Alur distribusi pupuk itu sudah jelas, dari kios resmi yang memiliki SK, kemudian ke kelompok tani di tiap desa yang sudah diatur oleh kepala desa. Jadi, jika ada hal seperti itu, harus ada tim satgas
untuk menertibkan distribusi diiringi dengan penggelontoran pupuk lebih banyak,” jelas Tohari.(sin/nas)


 
Berita Terkait Pupuk
 
• Jaksa Agung Diminta Selidiki Kebijakan Subsidi dari Hulu Hingga Hilir dan Usut Tuntas Mafia Pupuk
 
• Legislator Minta Pupuk Indonesia Benahi Distribusi Pupuk Bersubsidi
 
• Komisi VII Keluhkan Kelangkaan Pupuk
 
• Mafia Pupuk Subsidi Rusak Tatanan Niaga
 
• Kelangkaan Pupuk Harus Segera Diselesaikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]