Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Guru
Guru di Langsa Peringati HGN dan HUT PGRI ke 69
Wednesday 10 Dec 2014 21:39:23

Pembina Upacara wakil wali kota Langsa Drs. Marzuki Hamid MM.(Foto: BH/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Tenaga pendidik Kota Langsa peringati Hari Guru Nasional (HGN) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 69 pada, Rabu (10/12) di halaman Pendopo Wali Kota setempat. Bertindak sebagai pembina upacara wakil Wali kota Drs. Marzuki Hamid, MM.

Dalam pidatonya Menteri Pendidikan yang dibacakan Marzuki Hamid menyebutkan, “Menjadi guru bukanlah pengorbanan. Menjadi guru adalah sebuah kehormatan, guru telah mewakili kita semua menyiapkan masa depan bangsa Indonesia'.

Mewakili seluruh bangsa hadir di kelas, di lapangan, bahkan sebagian harus mengabdi dengan fasilitas ala kadarnya demi mencerahkan dan membuat masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kita. Saya ingin menggaris bawahi bahwa, persiapan masa depan bangsa dan negara Indonesia ini dititipkan pada Ibu dan Bapak Guru,” jelasnya.

Marzuki Hamid berpesan, “Teruslah hadir membawa senyum, berbekal kerahiman, songsonglah anak-anak bangsa ini dengan kasih sayang, hadirlah dengan hati dan sepenuh hati. Kita semua sadar bahwa pendidikan adalah ikhtiar fundamental dan kunci untuk kita dapat memajukan bangsa. Potensi besar di Republik ini akan dapat dikembangkan, jika manusianya terkembangkan dan terbangunkan,' ujarnya.

"Kualitas manusia adalah hulunya, kemajuan dan pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam meningkatkan kualitas manusia," tegas Marzuki Hamid.

Sementara Ketua PGRI Kota Langsa Sopian, Spd di dampingi ketua Panitia HGN dan HUT PGRI ke 69 Eddy Khalil, S.Pd, M.Pd pada awak media menyebutkan, “Pendidikan di Kota Langsa harus di nomor satukan setelah menjalani berbagai macam konflik di Aceh, dimana Kota Langsa juga mengalami imbas dari semua hal itu, termasuk sekolah yang berada di pesisir pantai seperti SD dan SMP Negeri Teulaga Tujuh Pusong Langsa harus mendapat perhatian serius pemerintah, dengan mengedepankan kearifan lokal budaya setempat juga untuk memperhatikan putra daerah yang siap mendidik anak-anak di seberang pulau terpencil, seperti halnya mengangkat para tenaga bhakti menjadi tenaga honor daerah, yang merupakan penduduk asli Gampong tersebut," ungkapnya.

"Pendidikan itu seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Negara harus memprioritaskan anggaran yang besar terhadap pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBK daerah, tidak ada kecuali Kota Langsa semua daerah di Indonesia harus sama," sebutnya menambahkan.

Dengan demikian, pendidikan menjadi jalan utama untuk Revolusi Mental yang sesui dengan tema HGN dan HUT PGRI 69 Kota Langsa yakni, “Guru Kunci Revolusi Mental”. Oleh karena itu, guru harus dimuliakan jati diri dan peran sertanya.

Lebih lanjut Edi Khalil menambahkan, untuk Kementerian Agama, sekolah-sekolah swasta kecil juga harus diperhatikan serius, termasuk guru honorer. Karena, masih banyak guru honorer yang digaji Rp200 ribu sampai Rp300 ribu perbulan, serta di harapkan bisa menyelesaikan hak-hak guru sertifikasi 2014, baik di bawah kewenangan Kemenag Kota Langsa.

Turut hadir dalam Upacara tersebut para Unsur Pimpinan Daerah Kota Langsa, Ketua DPRK Langsa, Sekretaris Daerah Kota Langsa, Para Asisten dan Staf Ahli di Lingkungan Sekretariat Kota Langsa, Para Kepala Dinas/Badan/Kantor dalam Kota Langsa, Para Kabag dilingkungan Sekretariat Daerah, Ketua dan Pengurus PGRI, Ketua KOBAR-GB (Koalisi Barisan Guru Bersatu) Langsa, Kepala Sekolah, beserta Dewan Guru dalam Pemerintah Kota Langsa.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Guru
 
Hari Guru Nasional, Psikiater Mintarsih Ingatkan Pemerintah Agar Segera Sejahterakan Para Guru
 
Profesi Guru Harus Mendapat Perlindungan Hukum dalam Menjalankan Tugas
 
HNW Kembali Perjuangkan Keadilan Anggaran Dan Rekrutmen Guru Agama
 
Gaji Guru P3K Tertunggak 9 Bulan, Ratih Megasari: Kemendikbud Ristek Harus Respon Cepat
 
Wakil Ketua MPR Tolak Penghapusan Ayat Tunjangan Profesi Guru
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]