Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Pemilukada
Gugatan Sengketa Pemilukada Kota Baubau Ditolak MK
Saturday 08 Dec 2012 08:34:03

Gedung Mahkamah Konstitusi.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gugatan Pasangan Calon Pemilukada Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Ibrahim Marsela-Muirun Awi (Perkara No. 86/PHPU.D-X/2012), dan MZ. Amril Tamim-Agus Feisal Hidayat (Perkara No. 87/PHPU.D-X/2012) ke Mahkamah Konstitusi (MK) tidak terbukti menurut hukum, sehingga permohonan para Pemohon ditolak seluruhnya.

“Mengadili, menyatakan, menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” ucap Ketua MK Moh. Mahfud MD selaku ketua sidang putusan, saat membacakan dua putusan tersebut, Kamis (6/11) sore, di Ruang Sidang Pleno MK. “Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Hakim oleh sembilan Hakim Konstitusi,” tambah Mahfud.

Dalam pendapatnya, Mahkamah mengatakan bahwa Pemohon pada pokoknya keberatan terhadap hasil penghitungan suara yang telah ditetapkan Termohon, karena sebelumnya Termohon telah meloloskan Pasangan Calon AS Tamrin-Wa Ode Maasra Manarfa (Pihak Terkait) sebagai peserta Pemilukada. Padahal yang bersangkutan sedang sakit dan tengah menjalani masa perawatan karena menderita penyakit TBC yang sudah lama dan parah.

Terhadap dalil tersebut, kata Mahkamah dalil Pemohon tidak dibuktikan dengan alat bukti sedangkan Termohon telah membuktikan berupa surat keterangan hasil pemeriksaan kemampuan rohani dan jasmani AS Tamrin. Hal demikian juga diperkuat dengan keterangan Panwaslukada Kota Baubau bahwa mereka tidak pernah menerima temuan dan/atau laporan dari Pengawas Pemilu, masyarakat, dan/atau Bakal Pasangan Calon terkait dengan dugaan AS. Tamrin, tidak memenuhi syarat kesehatan. “Oleh karena itu, dalil Pemohon tidak terbukti menurut hukum,” terang Mahkamah.

Politisasi Birokrasi Tak Terbukti

Disisi lain Pemohon juga mendalilkan adanya politisasi birokrasi secara terstruktur, dan sistematis yang dilakukan pejabat Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang mengajak masyarakat untuk memilih Pasangan Calon Nomor Urut 2. Pejabat Asisten tersebut juga mendukung dan bergabung dengan Bupati dan Wakil Bupati Buton untuk memenangkan Pasangan Calon Nomor Urut 2

“Dalil Pemohon tidak dibuktikan dengan alat bukti yang menyakinkan bahwa politisasi birokrasi yang dilakukan Pejabat Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut terjadi secara terstruktur, sistematis yang secara signifikan mempengaruhi perolehan suara Pemohon sehingga melampaui perolehan suara Pihak Terkait,” terang putusan Mahkamah No. 86 ini.

Sementara perkara No. 87, Pemohon mendalilkan bahwa pasangan calon nomor urut 2 melalui Bupati Buton memobilisasi dan menekan 3.600 PNS Kab. Buton yang berdomisili di Kota Baubau. Namun, dalil tersebut dinilai oleh Pihak Terkait hanya mengada-ada, karena memobilisasi 3.600 orang adalah hal yang tidak mungkin.

Terhadap dalil-dalil tersebut, Mahkamah tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Bupati Buton memerintahkan kepada jajaran PNS Kabupaten Buton untuk memenangkan Pihak Terkait. “Dengan demikian, dalil Pemohon a quo tidak terbukti dan tidak beralasan menurut hukum,” terang Mahkamah.

Dalam pendapat terakhirnya, Mahkamah mengatakan bahwa walaupun ada pelanggaran-pelanggaran lainnya, namun dalil Pemohon a quo tidak dibuktikan oleh bukti yang cukup meyakinkan bahwa pelanggaran tersebut terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif, yang secara signifikan mempengaruhi perolehan suara Pemohon sehingga melampaui perolehan suara Pihak terkait. “Oleh karena itu, menurut Mahkamah dalil Pemohon tidak terbukti dan tidak beralasan menurut hukum”.(su/mk/bhc/opn)


 
Berita Terkait Pemilukada
 
Pemerintah: Penyelesaian Sengketa Pemilukada oleh MK Sudah Tepat
 
Ahli Pemohon: KPU Melanggar Hak Konstitusional, Pemilukada Maluku Harus Diulang
 
Saksi KPU Kab. Cirebon: Proses Pemilukada Berjalan Baik, Lancar, dan Sesuai Aturan
 
Hasil Pemilukada Prov. Maluku Utara Putaran Kedua Digugat ke MK
 
KPU Biak Numfor Tolak Dalil Pemohon
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]