Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
KPU
DP4 Banyak Selisih Dengan DPS, KPU: Itu Hal yang Wajar
Monday 22 Jul 2013 23:46:12

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sigit Pamungkas.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM – Banyak selisih antara Daftar Pemilih Sementara (DPS) dengan data potensial penduduk pemilih (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dinilai hal yang wajar oleh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sigit Pamungkas.

Pasalnya, saat pemutakhiran terjadi pencoretan atau pun penambahan daftar pemilih. Baik itu, penduduk yang terdaftar dalam DP4 ternyata sudah meninggal maupun pindah domisili.

“DP4 juga bisa berkurang karena penduduk yang pindah domisili, ganda, hingga penduduk yang beralih profesi menjadi anggota TNI/Polri,” ujar Sigit saat ditemui wartawan di kantor KPU, Jakarta, Senin (22/7).

Berdasarkan, hasil rekapitulasi manual dari 33 provinsi yang dilakukan KPU, menunjukkan angka pemilih berjumlah 187.285.378. Jumlah tersebut memiliki selisih cukup banyak dibanding DP4 dari Kemendagri yang mencapai 3.127.755 jiwa. Dimana, DP4 Kemendagri yang diterima KPU sebanyak 190.411.133 jiwa.(bhc/riz)


 
Berita Terkait KPU
 
Audit Investigasi IT KPU, KPK Buktikan Bukan 'Ayam Sayur'
 
Komisi II DPR akan Minta Penjelasan Terkait Dugaan Kecurangan KPU
 
Paripurna DPR Setujui Komisioner KPU Bawaslu Periode 2022-2027
 
Azis Syamsuddin Imbau Jadikan Pemberhentian Ketua KPU Sebagai Evaluasi
 
MA Kabulkan Gugatan Rachmawati, KPU Kehilangan Pijakan Menetapkan Pemenang Pilpres 2019
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]