Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Transportasi
DKI-Korsel Kerjasama Tata Sungai dan Transportasi
Friday 04 Jan 2013 18:37:46

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, usai bertemu Dubes Korea Selatan, Kim Yeong Seon, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (4/1) (Foto:Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Hubungan bilateral yang cukup baik antara Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel), memungkinkan Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan negeri gingseng tersebut untuk menata Kali Ciliwung dan transportasi khususnya kereta api.

Sebagai percontohan Kali Ciliwung mulai dari Masjid Istiqlal hingga Pasar Baru akan direstorasi. Jika proyek ini sukses, akan diperluas di seluruh aliran sungai yang ada di Jakarta.

"Konsentrasinya ada dua tadi. Yang pertama restorasi Kali Ciliwung, tapi kita ingin beri contoh dulu dari Masjid Istiqlal sampai Pasar Baru. Kita mau konsen ke sana dulu.

Kalau itu sudah bagus dan respons masyarakat baik kita akan lanjutkan pada sebuah proyek yang lebih besar," kata Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, usai bertemu Dubes Korea Selatan, Kim Yeong Seon, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (4/1).

Jokowi melihat penataan sungai di Korsel cukup baik dan bersih. Bahkan saat malam hari sungai-sungai yang ada di Korsel bisa untuk wisata. Hal-hal seperti itulah yang akan dicontoh oleh Jokowi. "Kenapa tidak dicontoh. Kemudian kali yang besar pinggirnya bisa dipasang kayu untuk jogging track," jelasnya.

Sementara di kerjasama kedua yakni pada bidang transportasi terutama kereta api dari Jakarta ke Depok. Sama dengan penataan Kali Ciliwung, bidang transportasi ini juga akan dikembangkan lagi ke depannya.

"Bisa saja ke depan dari tempat yang lain di sekitar Jakarta juga ditata. Saya tadi sampaikan kita tidak perlu terlalu banyak bicara, tapi segera dilaksanakan karena itu juga menyangkut orang banyak," tegasnya.

Dikatakan Jokowi, kerjasama ini akan dimulai pada April mendatang. Selain dengan Korsel, pihaknya juga tetap melakukan kerjasama dengan berbagai kota-kota besar di dunia seperti, Beijing, Turki, Yerusalem, dan Hongkong.

Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Yeong Seon mengatakan, kerjasama dengan DKI Jakarta akan dilakukan dalam beberapa tahap. "Jadi hari ini kita berdiskusi tentang agenda yang bisa dikerjasamakan antara DKI Jakarta dengan pemerintah Seoul," ujarnya.

Di usia 40 tahun terjalinnya hubungan diplomasi antara Indonesia dengan Korsel ini disebutnya sebagai tahun persahabatan. Dirinya pun percaya dengan kepemimpinan Jokowi, Jakarta bisa menjadi global city untuk masyarakat dunia.

"Kami siap untuk menjadi mitra DKI dan Pak Jokowi, kita akan mendukung terus kegiatannya," tandasnya.(ern/brj/bhc/rby)


 
Berita Terkait Transportasi
 
Bayar Tiket Parkir Bukan Berarti Kendaraanmu Aman
 
Kemenhub Harus Kaji Kembali Pembatasan Penjualan Tiket di Pelabuhan Bakauheni
 
Kemenhub Didesak Atasi Mahalnya Harga Tiket Moda Transportasi Darat, Laut, dan Udara
 
Pemerintah Diingatkan Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Impor KRL
 
Kaji Ulang Wacana Jalan Berbayar di DKI Jakarta
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]