Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Afghanistan
Bom di Pasar Afghanistan, 89 Tewas
Wednesday 16 Jul 2014 06:18:38

Sebagian besar jenazah yang ditemukan di puing-puing adalah wanita dan anak-anak.(Foto: twitter)
AFGHANISTAN, Berita HUKUM - Paling tidak 89 orang tewas dan puluhan lainnya cedera karena serangan bunuh diri pada sebuah pasar ramai pengunjung di Provinsi Paktika, Afghanistan timur, kata pejabat setempat. Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan kepada BBC sebagian besar jenazah yang ditemukan di puing-puing adalah wanita dan anak-anak.

Mereka mengatakan penyerang dengan menggunakan kendaraan 4x4 memasuki pasar di daerah Orgun dan meledakkan bom.

Pasar dipenuhi pengunjung yang sedang berbelanja bulan Ramadhan saat serangan terjadi.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab, sementara pemberontak Taliban menyatakan tidak melakukannya.

"Kami menyatakan ini tidak dilakukan oleh mujahidin Islam di Afghanistan," juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan seperti dikutip kantor berita Reuters.

Saksi mata dan petugas kesehatan mengatakan rumah sakit setempat kewalahan menangani korban.
Dalam beberapa bulan terakhir banyak terjadi serangan mematikan di Afghanistan.

Provinsi Paktika di bagian timur berbatasan dengan daerah kesukuan Pakistan yang bergolak. Sebelumnya Orgun dipandang sebagai salah satu wilayah aman Paktika, meskipun anggota jaringan milisi Haqqani diperkirakan berada di sana.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Afghanistan
 
Afghanistan: Eks Presiden Ghani Minta Maaf Kabur ke Luar Negeri Demi 'Selamatkan Kabul dan 6 Juta Penduduknya'
 
Afghanistan: Qatar dan Turki Memberi Jalan Bagi Taliban untuk Unjuk Gigi di Panggung Dunia
 
Kesepakatan Taliban dan Trump yang Menjadi Kunci Kelompok Ini Menguasai Kembali Afghanistan
 
Afghanistan: Perang Selama 2 Dekade, Berikut Fakta-faktanya dalam 10 Pertanyaan
 
Biden Janji Bantu Afghanistan secara Berkelanjutan di Tengah Penarikan Pasukan AS
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]