Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Penembakan
Baku Tembak Geng Motor di Texas, Sembilan Tewas
Tuesday 19 May 2015 05:08:14

Polisi menutup daerah sekitar restoran Twin Peaks di Waco. Polisi berdiri dekat sekelompok anggota geng motor di area parkir restoran.(Foto: Istimewa)
TEXAS, Berita HUKUM - Polisi di negara bagian Texas, AS mengatakan sembilan orang tewas dalam baku tembak perseteruan geng motor di kota Waco. Insiden ini terjadi di restoran Twin Peaks Sports Bar and Grill yang berlokasi di pusat perbelanjaan Central Texas Market Place. Polisi mengatakan delapan orang tewas di tempat dan korban ke-9 meninggal di rumah sakit. Semua merupakan anggota geng motor. Setidaknya 16 orang lagi mengalami luka-luka.

Seorang saksi mata mengatakan kepada koran Waco Tribune-Herald, area parkir restoran itu tampak seperti "medan perang".
"Mungkin sekitar 30 senjata ditembakkan dari area pakir, mungkin sekitar 100 tembakan," kata Michelle Logan.

Pengunjung restoran Twin Peaks mengatakan mereka dan para karyawan mengunci diri di ruangan pendingin sebelum akhirnya dikawal keluar oleh polisi bersenjata lengkap.

'Berbahaya dan menakutkan'

Kepolisian Waco mengatakan baku tembak itu terjadi pada siang hari ketika geng-geng motor tawuran. Setidaknya tiga kelompok terlibat.

Juru bicara kepolisian Patrick Swanton mengatakan perseteruan dimulai dengan baku pukul dan tinju lalu kemudian melibatkan rantai dan pisau dan akhirnya senjata api.

Polisi masuk ketika baku tembak dimulai dan beberapa juga menggunakan senjata mereka, tambahnya. Tiga orang ditahan di lokasi.

"Mereka adalah geng motor yang sangat berbahaya dan menakutkan," kata Swanton. "Banyak warga biasa terluka hari ini."
Dia mengatakan ada kekhawatiran bahwa kelompok-kelompok yang terlibat dalam penembakan itu mungkin telah pindah ke lokasi lain di dalam dan sekitar Waco.

Dia meminta warga untuk menghindari daerah sekitar sampai diberikan informasi lebih lanjut.
Polisi Waco mengatakan tidak ada aparat yang terluka dalam baku tembak itu.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Penembakan
 
• PM Australia menjenguk 'pahlawan sejati Australia' Ahmed el Ahmed yang berhasil merebut senjata pelaku penembakan masal
 
• 3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat
 
• Kapolri Janji Ungkap dan Proses Hukum Kasus Baku Tembak Sesama Anggota Polri secara Transparan
 
• Rumdis Kadiv Propam Polri di Duren Tiga Geger, Satu Anggota Polisi Tewas Ditembak
 
• Polisi Tetapkan Ipda OS Tersangka Kasus Penembakan di Tol Bintaro
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]