Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Guru
Antar Surat ke SBY, Guru Tolak Kurikulum 2013
Friday 12 Apr 2013 14:40:46

Aksi demo para guru di depan Istana Negara, Jumat (12/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aksi demo penolakan guru terhadap kurikulum 2013 berlangsung siang hari sebelum sholat Jumat di depan Istana Negara Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Para guru PNS dari berbagai sekolah di Jakarta ini datang dengan mengendarai 3 mobil, selanjutnya mereka melakukan aksi dengan membawa poster yang bertuliskan "Kurikulum 2013 Pemborosan Uang Rakyat".

Salah seorang pendemo Loga Rajaguguk yang mengaku Guru SMPN 26 Jati Negara Jakarta Timur mengatakan bahwa, "Prisiden agar menolak Kurikulum 2013, dan ini merupakan projek serta akal-akalan pemerintah. Sudah beberapa kali kami audensi dengan DPR dan Mendikbud," ujarnya.

Ditambahkannya, anak-anak didik beserta guru seharusnya dilatih biar tambah pintar, bukannya di program?, dan seharusnya dilakukan uji publik terlebih dahulu, serta disosialisasi, kami menduga banyak kejanggalan terhadap projek Kurikulum 2013 yang nilainya sangat fantastis yatu Rp 2,4 trliun.

"Dan projek ini rawan penyelewengan, sedangkan projek pengadaan Al Quran saja sudah terbukti di korup apa lagi yang seperti ini," kata salah seorang guru lain menambahkan pembicaran.

Selanjutnya para guru ini menyeberang jalan dan menuju ke depan Istana Negara, serta ditemui oleh Pasukan Pengamanan Presiden dan selanjutnya para guru ini menyerahkan surat dalam amplop kepada Presiden SBY, dengan harapan SBY membaca surat dan keluhan mereka.(bhc/put)


 
Berita Terkait Guru
 
Hari Guru Nasional, Psikiater Mintarsih Ingatkan Pemerintah Agar Segera Sejahterakan Para Guru
 
Profesi Guru Harus Mendapat Perlindungan Hukum dalam Menjalankan Tugas
 
HNW Kembali Perjuangkan Keadilan Anggaran Dan Rekrutmen Guru Agama
 
Gaji Guru P3K Tertunggak 9 Bulan, Ratih Megasari: Kemendikbud Ristek Harus Respon Cepat
 
Wakil Ketua MPR Tolak Penghapusan Ayat Tunjangan Profesi Guru
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]