Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 

AS Akui Dibantu Dokter Pakistan Saat Ringkus Osama
Saturday 28 Jan 2012 22:49:42

Rumah besar tempat persembunyian Osama bin Laden di Abbotabad, Pakistan yang diserang pasukan khusus AS (Foto: AP Photo)
WASHINGTON (BeritaHUKUM.com) – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Leon Panetta akhirnya mengakui secara terbuka bahwa seorang dokter Pakistan memberikan informasi intelijen kepada pasukan AS dalam operasi penangkapan Osama bin Laden pada tahun lalu.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS yang akan disiarkan pada Minggu (29/1) waktu setempat, Leon Panetta mengatakan, seorang dokter Pakistan, Shikal Afridi memberikan informasi intelijen bagi penangkapan bin Laden.

Peran sang dokter antara lain adalah mengumpulkan data DNA untuk mencari kepastian tentang keberadaan pemimpin jaringan al Qaida, Osama bin Laden. Dokter itu disebutkan tinggal di Abbottabad, kota persembunyian Osama bin Laden. Osama tewas dalam operasi penyerbuan pasukan Amerika di rumah persembunyiannya pada 2 Mei 2011.

Leon Panetta juga menambahkan, dokter Afridi memberikan informasi "sangat berguna" untuk keperluan penangkapan Osama. Informan AS itu ditangkap pihak berwenang Pakistan, tidak lama setelah operasi AS di Abbottabad berakhir.

Dr Shikal Afridi sendiri telah ditangkap aparat berwenang Pakistan. Ia dituduh melakukan spionase Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) di Abbottabad. Hal ini dilakukan Afridi dengan menjalankan program vaksinasi untuk mengumpulkan DNA dan memastikan keberadaan Osama bin Laden. Afridi segera disidangkan atas tuduhan pengkhianatan.

Atas penangkapan itu, Panetta menyatakan bahwa tindakan itu benar-benar keliru. Dirinya pun merasa keprihatian atas penangkapan dokter Shikal Afridi. "Dia adalah individu yang sebenarnya memberikan informasi intelijen yang sangat berguna bagi operasi ini. Dia tidak berkhianat kepada Pakistan," tegasnya.

AS mengklaim bahwa Pakistan bersama-sama AS berkepentingan memerangi terorisme. Washington pun sebelumnya menyerukan kepada Pakistan untuk membebaskan dokter Afridi dan mengizinkannya pindah ke AS.(bbc/sya)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]