Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 

21 Oktober, Menteri Baru Langsung Tarik Gas
Friday 23 Sep 2011 21:38:32

Jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II (Foto: Dok. Rumgapres)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Pihak Istana Kepresidenan memastikan pada 21 Oktober nanti, menteri baru hasil perombakan (reshuffle) kabinet sudah langsung tarik gas alias mulai bisa bekerja. Hal ini dikatakan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (23/9).

Daniel tak memungkiri adanya kehendak yang kuat dari Presiden SBY bahwa pada hari pertama memasuki tiga tahun pemerintahan SBY-Boediono sudah ada menteri baru hasil reshuffle. Berarti, sudah bisa dipastikan bahwa perombakan kabinet memang akan dilakukan sebelum 20 Oktober 2011.

"Saya kembali informasikan bahwa ada kehendak yang kuat di hari pertama, memasuki tahun ke-3 itu, Presiden memiliki tim baru. Berarti, pada 21 Oktober nanti menteri-menteri baru sudah bisa langsung bekerja,” jelas Daniel.

Mengenai siapa nama-nama calon menteri baru tersebut, Daniel enggan berkomentar banyak. Termasuk apakah nama-nama calon menteri yang akan direshuffle itu sudah ada ditangan Presiden atau belum. "Saya belum tahu. (Tapi) mungkin sudah ada percakapan di antara beliau (SBY dan Boediono). Tapi saya kurang tahu banyak,” jelasnya.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun wartawa, papat kabinet terbatas Presiden SBY dengan para menteri bidang ekonomi membahas soal kondisi perekonomian, ternyata tidak dihadiri seluruh menteri bidang ekonomi. Selain SBY dan Wapres Boediono, menteri yang ikut rapat hanya Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Mendag Mari Elka Pangestu, Wakil Menkeu Anny Ratnawati, dan Kepala BKPM Gita Wirjawan. Hadir pula Gubernur BI Darmin Nasution.

Padahal, dalam rapat seperti ini, dihadiri hampir seluruh menteri bidang ekonomi. Antara lain adalah Menperin MS Hidayat, Menkeu Agus Martowardojo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menteri ESDM Darwin Saleh, Menhub Freddy Numberi, Menkop dan UKM Syarif Hasan serta Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad.

Untuk Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ini masih dirawat di rumah sakit di Singapura, karena dikabarkan dalam pemulihan kondisinya yang sudah mulai membaik. Belum ada penjelasan resmi mengenai ketidakhadiran sejumlah menteri bidang ekonomi tersebut. Hal ini sungguh jauh berbeda dengan rapat-rapat sebelumnya. Apalagi menjelang pelaksanaan reshuffle (perombakan) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II yang akan dilaksanakan sebelum 20 Oktober 2011.(tnc/wmr)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]