Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Papua
Zeni TNI AD Bangun Jalan 278,6 Km di Provinsi Papua
2016-03-25 22:01:52

TNI membangun jalan dari Wamena menuju Mumugu, Provinsi Papua, sepanjang 278,6 Km, dan telah mulai dikerjakan sejak Januari 2016.(Foto: Istimewa)
PAPUA, Berita HUKUM - Sesuai dengan visi dan misi dalam Nawacitanya "Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan", Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bergerak cepat dengan mempercayakan mandatnya kepada TNI untuk melaksanakan pembangunan jalan di Provinsi Papua. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dengan melaksanakan pembangunan jalan di wilayah terisolir yang melibatkan peran TNI. Pembangunan jalan ini dinamakan Operasi Pelayanan Percepatan Pembangunan Provinsi Papua yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kemahalan di distrik yang sulit aksesbilitasnya dalam rangka peningkatan ekonomi dan mensejahterakan rakyat serta melindungi kepentingan pertahanan di wilayah perbatasan.

Menurut Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M. di Jakarta, Jum'at (25/3/2016), berdasarkan instruksi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah memerintahkan TNI AD dan secara khusus jajaran Zeni Angkatan Darat untuk membangun jalan dari Wamena menuju Mumugu, Provinsi Papua, sepanjang 278,6 Km, dan telah mulai dikerjakan sejak Januari 2016.

"Data dari Kodam XVII/Cenderawasih, jalan sepanjang 278,6 Km ini melewati daerah hutan, rawa dan sungai. Ruas jalan ini melalui 40 sungai. Sebanyak 32 sungai belum ada jembatan dan 8 lainnya mempunyai jembatan sementara dari kayu, TNI AD juga bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan PT Wijaya Karya," kata Kolonel Czi Berlin.

Selain pembangunan jalan, direncanakan akan turut dibangun 2 Dermaga di Mumugu dan Batas Batu yang nantinya kapal bisa masuk sampai 300 ton ke Mumugu dan di Batas Batu bisa masuk kapal sebesar 150 ton. Dengan akses yang terbuka, maka diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Papua. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan bisa membuka akses Wamena, Mbua, Paro, Batas Batu dan Mumugu menuju pantai selatan Papua.

"Pengerjaan akan dilakukan secara bertahap yakni berawal dari Mamugu-Batas Batu, kemudian Batas Batu-Mugi dan terakhir Mugi-Habema. Untuk tahap pertama, akan dikerjakan sepanjang 23 kilometer dan bila jalan tersebut selesai dibangun maka ruas jalan Wamena-Mamugu akan terhubung, dan di Mamugu akan dibangun pelabuhan baru untuk meningkatkan ekonomi selatan Papua," ujar Kabidpenum.

Kolonel Czi Berlin juga mengatakan bahwa, Zeni Angkatan Darat menaruh atensi khusus pada pekerjaan pembuatan jalan Wamena-Mamugu yang merupakan prioritas utama kegiatan di tahun 2016. Desain konstruksi jalan yang akan dibuka direncanakan lebar total adalah 11 meter, badan jalan 6 meter, bahu jalan 3 meter (1,5 meter kanan dan kiri) dan drainase 2 meter (1 meter kanan dan kiri). Dalam struktur organisasi kegiatan, Kepala kegiatan pembangunan ruas jalan Wamena-Mamugu ini adalah Dirziad Brigjen TNI Irwan dan Penanggung Jawab Operasional langsung dibawah pimpinan Kasad Jenderal TNI Mulyono.

Lebih lanjut Kabidpenum Puspen TNI menuturkan bahwa, total kekuatan yang dikerahkan jajaran Zeni Angkatan Darat sejumlah 394 orang personel dengan komposisi POP-1 meliputi Denzipur-10 dan Denzipur-12, mengerjakan ruas jalan Wamena-Habema dan Habema-Mbua. POP-2 yaitu Yonzipur-18, mengerjakan ruas jalan Mbua-Mugi dan Mugi-Paro, sedangkan POP-3 dari Yonzikon-14 mengerjakan ruas jalan Paro-Kenyam dan Kenyam-Mamugu, dengan kekuatan tiap POP berjumlah 107 personel. Sementara itu, alat berat yang dibutuhkan dalam pembuatan ruas jalan ini terdiri dari Exavator, Dozer, Grader, Dump Truck, Tandem Roller, Tyred Roller, Vibro dan Tangki Air dengan kebutuhan pembukaan jalan berjumlah 78 unit dan pengaspalan jalan berjumlah 60 unit alat berat.

"Satuan Zeni Angkatan Darat bertugas bukan hanya menebang pohon dan membuka hutan saja, tetapi juga membuat badan jalan. Dengan bekerja paralel, kontraktor umum di belakangnya langsung melakukan pengerasan jalan dan pengaspalan. Hingga akhir 2015 lalu masih tersisa 658 Km jalan yang saat ini masih terputus karena tertutup hutan," ucap Kolonel Czi Berlin.

Dikatakan oleh Kabidpenum Puspen TNI bahwa, dari rencana awal total jalan Trans Papua yang akan dibangun sepanjang 4.325 Km, saat ini yang belum tersambung tersisa 658 Km, dan sesuai instruksi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bahwa pada 2018 jalan tersebut sudah harus tersambung. Pembangunan jalan Trans Papua ini dikebut seiring kian mendesaknya kebutuhan Jalan Nasional di pulau berbentuk kepala burung tersebut, karena saat ini warga terutama yang bermukim di pedalaman Papua tidak mempunyai akses jalan dan hanya mengandalkan transportasi angkutan udara yang tak semua kalangan bisa menjangkaunya.

"Untuk menuntaskan sisa ruas jalan yang masih terputus sepanjang 658 Km tersebut selama tahun 2015, telah dilakukan pembukaan jalan sepanjang 169 Km. Dan pada tahun 2016, direncanakan dibuka sepanjang 278 Km. Diharapkan, pada tahun 2018 seluruh ruas jalan yang masih terputus sudah tersambung dan bisa difungsikan," tandas Kolonel Czi Berlin.(tni/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Papua
Natalius: Pak Hasto, Ternyata Anda Tidak Bedanya dengan Kaum Kecebong, Produsen Hoaks
Pengibaran Bendera Israel Menyalahi Aturan dan Menodai Perjuangan Diplomatik Indonesia
Kepala Kampung Onggabaga Diduga 'Kurang Waras', Kepala Distrik Tutup Mata?
Dana Otsus Besar, Wabah Gizi Buruk di Asmat Seharusnya Tidak Terjadi
2.027 Warga Asmat Mendapat Pelayanan Kesehatan Satgas TNI
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Presiden PKS Sohibul Iman Dijadwalkan Diperiksa Kembali terkait Laporan Fahri
Pemda Kaur Lakukan Kerjasama Masalah Sanitasi Lingkungan Perumahan
Dewan Pers Mangkir Sidang Ke-7 PMH, Wilson: Dewan Pers Tidak Beradab
Dampak Perang Dagang AS-China, Rupiah Makin Terdepresiasi
Fahri Hamzah Pertanyakan Data BPS Mengenai Angka Garis Kemiskinan
Mediasi Gagal, SPRI dan PPWI Meja-hijaukan Dewan Pers
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Presiden PKS Sohibul Iman Dijadwalkan Diperiksa Kembali terkait Laporan Fahri
Mediasi Gagal, SPRI dan PPWI Meja-hijaukan Dewan Pers
SMPN 35 Kaur Boarding School Jadi Rebutan Murid Baru
Tiba di Tanah Air, Juara Lari Muhammad Zohri Disambut Haru
Gerakan HMS Berikan Data BCA Milik Rakyat, Imbas BLBI, Namun Ditolak KPK
Kementerian Ketenagakerjaan Launching Permenaker No 5 Tahun 2018
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]