Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Uighur
Xinjiang Rusuh, 100 Tewas dan Terluka
Thursday 31 Jul 2014 01:21:08

Kekerasan tampaknya telah menyebar di China Xinjiang setelah serangan mematikan.(Foto: Istimewa)
CINA, Berita HUKUM - Kongres Uyghur Dunia, kelompok perlawanan Muslim Xinjiang di pengasingan, mengatakan sedikitnya seratus orang tewas atau terluka dalam kerusuhan di wilayah Barat Xinjiang.

Dilxat Raxit, juru bicara Kongers Uyghur Dunia, mengatakan kerusuhan terjadi ketika Muslim Xinjiang bangkit dan melawan kebijakan ekstrem Tiongkok, dan harus berhadapan dengan tindakan represif.

Sebelumnya, kantor berita Xinhua memberitakan Muslim Xinjiang -- bersenjata pisau dan jenis senjata tajam lainnya -- menyerang pos polisi di Shache. Pasukan keamanan merespon dengan menembak para perusuh.

Mengutip sumber-sumber resmi, Xinhua menyebut insiden itu serangan teroris. Perusuh, masih menurut kantor berita resmi Tiongkok itu, bergerak ke kota dan menyerang penduduh etnis Han.

Melalui email yang dikirim ke kantor berita AFP, Raxit mengatakan sedikitnya 20 Muslim Xinjiang terbunuh dan 10 lainnya terluka. Di pihak pasukan keamanan, 13 terbunuh atau terluka. Sebanyak 67 orang ditangkap.

Menariknya, sejumlah pekerja hotel dan restoran yang dihubungan AFP menyatakan tidak tahu ada insiden itu. Wartawan menduga mereka takut bicara.

Scache adalah nama dalam Bahasa Mandarin. Orang Uyghur menyebut kota itu Yarkant. Kota terletak di tepi gurun Taklamakan.

Keamanan telah ditingkatkan secara nasional, dengan patroli bersenjata turun ke jalan dari kota-kota besar dan pemeriksaan tambahan di lokasi seperti stasiun kereta bawah tanah di Beijing. Keamanan diperketat drastis di seluruh kota barat China di Kashgar pada Rabu, (30/7).

Seorang wisatawan Perancis mengatakan, ia melihat tubuh tergeletak dalam genangan darah di luar Masjid Id Kah di kota tua Kashgar pada Rabu pagi, dan polisi bersenjata mengalir ke kota sore.

"Kami mendengar teriakan dan teman saya melihat dua orang melarikan diri dengan pisau. Polisi datang dengan cepat dan mengatakan kepada orang-orang untuk tidak mengambil gambar. Mereka memeriksa ponsel," katanya kepada Reuters melalui telepon.

Dia menambahkan bahwa itu adalah alasan untuk kekerasan yang tidak jelas dan dia tidak tahu apakah mereka yang terlibat adalah Uighur atau anggota China mayoritas Han etnis

Warga dan wisatawan mengatakan bahwa para pejabat keamanan ekstra dituangkan ke kota, jalan ditutup dan akses internet cut, seperti Reuters.

Ketika meninggalkan Kashgar, Rabu, wisatawan mengatakan konvoi panjang kendaraan polisi bersenjata, termasuk sedikitnya lima lapis baja pengangkut personel, melaju ke kota. "Semua mobil yang masuk ke Kashgar sedang berbalik," katanya. "Ini adalah tank perkotaan dengan senapan mesin, bukan meriam air," warga Eropa lain yang menyertainya mengatakan.

Dikabarkan 22 penyerang ditembak mati dan 41 ditangkap, mengutip sumber-sumber lokal dan laporan dari konferensi partai lokal. Ia menambahkan bahwa laporan internal mengatakan teroris mengambil alih bus untuk mengalihkan perhatian polisi sebelum melancarkan serangan di tempat lain. (tst/inilah/tG/st/bhc/sya)


 
Berita Terkait Uighur
 
• Rekaman Kamp Uighur Tayang di YouTube, Warga Khawatir Keselamatan Vlogger
 
• China Ciptakan 'Situasi Mengenaskan dan Menakutkan' Bagi Warga Minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, 'Ingin Hapus' Keyakinan Agama Islam dan Praktik Etno-Kultural
 
• Kesaksian Jurnalis BBC Diusir dari China: 'Realitas Suram Peliputan di China yang Mendepak Saya Keluar'
 
• China Larang Siaran BBC News karena Laporan tentang Uighur dan Covid-19
 
• Bagaimana China 'Manfaatkan' Undangan Liputan ke Xinjiang untuk Mengontrol Narasi tentang Muslim Uighur
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]