Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Jokowi
Warga Betawi Tuntut Jokowi Segera Minta Maaf
Sunday 23 Mar 2014 00:32:53

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jokowi saat di rumah kediaman Megawati di Jakarta, (20/9/2012).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Selepas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mendeklarasikan diri sebagai calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Rumah Si Pitung, Marunda, Jakarta Utara, Jumat, 14 Maret 2014, yang lalu. Setelah mendapat gugatan dari tim Advokasi Jakarta Baru terkait majunya Jokowi, kembali dari warga Betawi dan Ahli waris Si Pitung, Jokowi yang sapaan Joko Widodo, menuai protes keras atas deklarisinya di Marunda sebagai lambang perlawanan.

Tokoh Betawi bernama Muhammad Rifqi atau biasa disapa Eki Pitung. Pria yang mengaku cicit dari guru Si Pitung itu menyebutkan bahwa, filosofi yang diucapkan Jokowi sebagai lambang perlawanan itu salah kaprah.

Karena menurutnya perlawanan yang diperjuangkan Si Pitung itu adalah melawan penjajahan Belanda. Bukan perlawanan dalam pencapresan dan perlawanan terhadap bangsa tau masyarakatnya sendiri.

Eki Pitung pun meminta kepada Jokowi supaya segera meminta maaf atas perbuatannya yang berani mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Rumah Si Pitung.

Menanggapi hal itu, Jokowi menceba menjelaskan, bahwa permintaan Eki Pitung itu adalah hal yang salah kaprah. Karena menurut Jokowi, perlawanan yang dia maksudkan adalah bukan perlawanan terhadap calon presiden dari partai lainnya. Tapi, perlawanan melawan kemiskinan.

"Maksudnya kan simbol perlawanan terhadap kemiskinan, Neo Liberalisme, kebodohan, kok lawan capres lain. Itu salah kaprah," kata Jokowi di Bandar Lampung, Sabtu (23/3).

Jokowi mengaku, filosofi perlawanan tersebut sama sekali tidak mengarah pada perlawanan terhadap bangsa sendiri, kemudian perlawanan terhadap calon presiden yang menjadi kompetitor diri dan kompetitor partainya.

"Masa perlawanan terhadap capres. Bukan terhadap itu maksud saya," kilah Jokowi.(bhc/viva/dar)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]