Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
UMKM
UMKM Diharapkan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Negara
2018-04-24 11:17:13

Tim Kunspek Komisi XI DPR RI bertemu nasabah penerima KUR di Sidoarjo, Jatim.(Foto: twitter)
SIDOARJO, Berita HUKUM - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Pasalnya, UMKM di Indonesia sudah terbukti mampu bertahan, dan bahkan menopang perekonomian nasional saat terjadi krisis di masa lalu.

Demikian mengemuka dalam kunjungan kerja Komisi XI DPR RI didampingi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Perbankan meninjau dua lokasi nasabah penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, baru-baru ini.

"Pelaku-pelaku usaha yang seperti ini kita harapkan dapat berkembang, sehingga pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan kita atasi secara bersama. Pelaku UMKM ini merupakan tulang punggung sekaligus ujung tombak, untuk bisa mewujudkan percepatan daripada semakin menurunnya tingkat kemiskinan," ungkap Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan saat memimpin kunjungan kerja tersebut.

Politisi Partai Demokrat ini memaparkan, untuk mendongkrak perekonomian negara setidaknya dibutuhkan wirausaha UMKM sebanyak 5 persen dari jumlah penduduk. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, menurutnya, pemerintah seyogyanya memfasilitasi pelaku UMKM, mulai dari kemudahan akses permodalan, perizinan hingga manajemen bisnis.

"Menurut saya, perbankan dan pemerintah bukan hanya memberikan bantuan usaha, tetapi bagaimana mendampingi mereka supaya tumbuh dan berkembang. Ini salah satu cara efektif jika kita ingin memperluas lapangan pekerjaaan," paparnya.

Di sisi lain, politisi dapil Lampung itu juga berharap, penurunan bunga KUR dari 9 persen menjadi 7 persen dapat memberikan efek berantai atau stimulus, terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mengingat, masih banyak pelaku usaha mikro yang mengalami stagnasi.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia menjelaskan saat ini paling tidak ada 60 juta wirausaha mikro yang stagnan di Jawa Timur, sehingga perlu keberpihakan pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan. Menurutnya, perlu dipikirkan solusi bagaimana mendorong pelaku usaha tersebut agar bisa naik kelas.

"Keluhan ini hampir merata, ketidaksinkronan peraturan daerah dengan peraturan pusat menjadi PR kita bersama. Jangan sampai perda-perda bertabrakan dengan UU. Selain itu juga dibutuhkan pendampingan secara berkelanjutan, tidak setengah-setengah, agar mereka mampu memproduksi secara baik, seperti kesediaan bahan baku dan regulasi," jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Indah menambahkan, OJK harus terus mengawal penerima dana KUR agar tepat sasaran. "Mari kita kawal bersama, sehingga pelaku usaha mikro ini bisa menjadi tulang punggung negara, terbukti ekonomi kerakyatan mampu bertahan saat kita mengalami krisis," tandas politisi dapil Jawa Timur I ini.(ann/sf/DPR/bh/sya)



 
Berita Terkait UMKM
 
Ketua MPR RI Bamsoet: ARDIN Harus Dorong Peningkatan Digitalisasi Usaha
 
Kredit Pembiayaan UMKM OJK, Wakil Ketua MPR: Langkah Strategis dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
 
Masih Ada 64 Juta UMKM Belum Tersentuh Program PEN
 
Syarief Hasan: UMKM Perlu Mendapat Perlindungan dan Bantuan Di Masa Pandemi
 
PPN akan Naik, Wakil Ketua MPR: Rakyat khususnya Pelaku UMKM Semakin Terjepit
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]