Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Pangan
Tren Impor Pangan Indonesia Makin Tinggi
Friday 12 Aug 2011 22:38:19

Gudang penyimpanan beras (Foto: Istimewa)
JAKARTA-Ketergantungan pangan Indonesia pada produk luar negeri semakin meningkat. Terbukti, nilai impor pangan Indonesia terus mengalami tren peningkatan tiap tahun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, peningkatan impor pangan ini sekitar 7% dari total impor. Peningkatan impor tertinggi terjadi pada barang modal yakni sebesar 93%. "Pada prinsipnya, pemerintah mengimpor produk-produk pangan yang tidak tersedia atau terbatas jumlahnya di dalam negeri. Kita tidak mau merugikan konsumen dan petani," ujarnya usai konferensi pers sensus sapi dan kerbau di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (12/8).

Pendapat serupa dikatakan Menteri Pertanian Suswono. Menurut dia, impor pangan dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok pangan di dalam negeri. Namun, tidak boleh merugikan para petani. "Prinsipnya sama. Impor diperbolehkan bagi produk-produk yang tidak ada di dalam negeri," ujarnya.

Suswono menolak bahwa tingginya nilai impor pangan karena pemerintah tidak mampu meningkatkan produksi pangan. "Kami terus berupaya meningkatkan produksi lima komoditas utama seperti padi, jagung, kedelai, gula, dan sapi. Sudah ada roadmap pencapaian produksi. Hanya memang masih diperlukan impor. Jumlahnya dikurangi hingga mencapai swasembada pangan 2014," ujarnya.

Seperti diberitakan, BPS mencatat selama Januari-Juni 2011, nilai impor pangan mencapai 5,36 miliar dolar AS atau sekitar Rp 45 triliun.

Indonesia mengimpor untuk sejumlah komoditas pangan seperti, beras, jagung, kedelai, biji gandum dan Meslin, tepung terigu, gula pasir, gula tebu, daging sejenis lembu, mentega, minyak goreng, susu, telur unggas, kelapa, kelapa sawit, lada, kopi, cengkeh, kakao,cabe kering, tembakau dengan total volume 11,33 juta ton.

Indonesia juga mengimpor bawang merah. Impor bawang merah terbesar dari India dengan nilai US$3,575 juta untuk 8,87 ribu ton, kemudian Thailand dengan nilai US$3,187 juta untuk 5,961 ribu ton, dan Filipina sebesar 2,996 ribu ton dengan nilai US$1,4 juta.

Total, sepanjang Juni 2011, tercatat impor bawang merah sebanyak 18,918 ribu ton dengan nilai US$8,76 juta. Sementara impor bawang merah selama semester I tahun 2011 mencapai 141,795 ribu ton dengan nilai US$67,611 juta.

Nilai impor pangan semester I tahun 2011 lebih tinggi jika dibandingkan dengan semester yang sama tahun 2010. BPS juga mencatat, nilai impor pangan pada tahun lalu sebesar US$4,66 miliar atau setara dengan Rp39,91 triliun. (mic/ind)


 
Berita Terkait Pangan
 
Aparat Penegak Hukum Didesak Turun Tangan Investigasi Kasus Mafia Pangan
 
Ansy Lema: Bapanas Harus Bereskan Carut-Marut Pangan Nasional
 
Hadapi Ancaman Krisis Pangan, Pemerintah Diminta Lebih Waspada
 
Pemerintah Diminta Antisipasi Ancaman Krisis Pangan
 
Harga Pangan Belum Stabil, Andi Akmal Pasluddin Tegaskan Pemerintah Segera Kerja Optimal
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]