Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Jokowi
Timses Jokowi Jadi Komisaris LKBN Antara, Kampanye Gratis Pemerintah
Wednesday 27 Jan 2016 20:52:55

Ilustrasi. Mantan anggota tim sukses Jokowi-JK, Boni Hargens ditunjuk sebagai Anggota Dewan Pengawas Kantor Berita Antara mendapatkan kritikan pedas.(Foto: dok.BH)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ditunjuknya mantan anggota tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla saat pemilihan presiden lalu, Boni Hargens sebagai Anggota Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara mendapatkan kritikan pedas dari Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu. Menurut mereka hal itu dilakukan agar bisa mengendalikan produk media yang dihasilkan oleh LKBN Antara.

Ketua Umum ‎FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono juga mengkhawatirkan kantor berita Antara akan menjadi media kampanye gratis bagi pembentukan citra pemerintahan Jokowi

"Patut diduga ditempatkannya Boni Hargens agar bisa menjadi gate keeper agar produk produk media yang dihasilkan oleh LKBN Antara bisa dikontrol, dan bisa dijadikan media campaign gratis atau corong bagi pemberitaan image building untuk pemerintahan Jokowi," jelasnya kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (27/1).

Dia juga menambahkan penunjukan Boni Hargens menduduki posisi strategis di BUMN pemberitaan tersebut sebagai cara balas budi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap relawannya. "Boni Hargens ditempatkan di LKBN Antara sebagai balas budi Jokowi untuk relawannya, sebagai cara Jokowi memberikan penghasilan tetap bagi Boni Hargens," ucapnya.

Apalagi, sambung politisi Partai Gerindra ini, Boni juga dimungkinkan memberikan kontribusi untuk mengimbangi pemberitaan politik yang miring terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Tapi kalau kemampuan untuk bisa mengontrol keuangan dan kinerja dari LKBN Antara, sosok Boni Hargens belum punya kemampuan. Kalau hanya untuk cuap-cuap menganalisa politik dalam membela Jokowi okelah‎," tandasnya.(lrf/akr/Sindonews/bh/sya)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]