Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Jokowi
Tidak Puas Hasil Pileg, Jokowi Akan Bentuk Tim Pemenangan Sendiri
Saturday 12 Apr 2014 02:55:02

Bakal calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo alias Jokowi.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Selepas mengetahui hasil sementara Quick Count Pemilu 2014, dimana PDI Perjuangan tidak sampai menembus angka 20 persen dan dianggap Jokowi efek tidak banyak berpengaruh dan mendokrak suara partai, maka Jokowi akan merubah strategi untuk mendapatkan kemenangan dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) pada, Rabu 9 Juli 2014 mendatang.

Hal ini langsung di ungkapkan oleh Joko Widodo (Jokowi), untuk Pilpres mendatang Joko Widodo akan membentuk tim pemenangan yang berbeda dari sebelumnya, dimana Puan Maharani sebagai ketua Bapilu PDI- P. Namun meski begitu Jokowi tetap akan memakai Puan Maharani yang menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) tetap akan masuk dalam tim.

"Iya berbeda. Mbak Puan tetap di Pemilu, Dan saya juga akan turun sendiri untuk pemenangan," ujar mantan Walikota Solo, Jumat (11/4).

Dia menambahkan, dalam tim pemenangan yang baru, akan ada 2 grup, dimana tergabung dalam satu wadah. Harapannya mampu memberikan hasil yang lebih optimal untuk kemenangannya.

"Satu, tapi kan ada Tim merah ada Tim putih ada Tim Pemilu. Tapi belum, nanti saya umumkan," jelas Jokowi, yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan belum mau mengumumkan pengunduran dirinya.

Sementara itu, Ketua Moncong Intelektual Rachman Latuconsina, S.H yang selama ini mendukung Jokowi dalam berbagai aksi dan gerakan jalanan" Save Jokowi", membantah bahwa, 'Jokowi Effect' tidak mempunyai pengaruh apa-apa dalam Pileg PDI- P kemarin, menurut Rachman pandangan itu tidak sepenuhnya benar.

"Terlalu dini menyimpulkan hal itu, hasil Pileg kemarin dijadikan ukuran, namun tidak serta-merta kemudian menjadi teori dasar untuk menyimpulkan bahwa Jokowi Effect tidak mempunyai pengaruh. Hari ini PDI-P memang belum mencapai target suara yg dicanangkan sebelumnya, namun hasil pileg ini cukup positif dan bergairah, agar partai Politik lain termasuk PDIP membangun koalisi guna menciptakan Pemerintahan yang kuat," ujar Rachman Latuconsina S.H, Jumat, (11/4) di Jakarta.

Dijelaskanya lebih lanjut, seharusnya semua pihak sadar bahwa hasil raihan suara partai politik kali ini banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah anjloknya suara Partai Demokrat.

"Banyak suara partai Demokrat 2009 yang lari ke partai lain. Jadi "negative effect Partai Demokrat" juga memberi nilai plus pada partai perserta Pemilu kali ini," pungkasnya.(bhc/dar)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]