Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Tambang
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik
2018-01-18 20:14:35

Ilustrasi. Merah Johansyah Ismail selaku Koordinator Nasional JATAM.(Foto: BH /coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pertambangan tak lekang issuenya oleh waktu, baik itu sebutan 'mafia pertambangan' ataupun hanyalah menjadi areal wilayah banjakan saja. Seiring pula pada 2018 sebagai tahun politik yang auranya memanas karena menjelang Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019, maka perlu diantisipasi lebih mendalam terkait fenomena di dunia pertambangan yang ditengarai tak luput sebagai ajang peta konstelasi politik.

Marwan Batubara, pengamat pertambangan mengingatkan bahwa, Badan Operasi Bersama (BOB) blok coastal plain wilayah Pekanbaru di area Danau Zamrud, Siak, Riau yang dikelola perusahaan konsorsium PT Bumi Siak Pusako (BSP) dan Pertamina Hulu Energi, diterpa issue, kabarnya dalam waktu dekat ini bakal ada pergantian GM (General Manager) dengan proses pergantian staf, semestinya melalui prosedural yang berlaku.

"Apakah sudah sesuai dengan waktu, dan memang melalui prosedure berlaku?," cetus Marwan Batubara, pengamat Indonesia Resources Studies (IRESS) mengingatkan, seraya menjawab pertanyaan pewarta BeritaHUKUM.com di Jakarta pada, Kamis (18/1).

"Pasalnya, apabila nanti semisalnya ada masalah yang tidak melalui rapat Dewan Komisaris, tentunya maka hal tersebut akan mengundang persepsi dan anggapan ada 'muatan politis'," jelas pria lulusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT-UI) itu.

Apalagi, lebih lagi issue yang santer tersiar ia dapatkan bahwa salah seorang kandidat tidak memenuhi assessment, namun cenderung dipaksakan menjadi 'GM'.

Sementara terpisah, berdasarkan data yang dibeberkan oleh Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) bahwa tambang dan peta Pilkada tak bisa dipisahkan, patut diperhatikan. Soalnya menurut Merah Johansyah Ismail selaku Koordinator Nasional JATAM saat menjadi pembicara diskusi; Environmental Outlook 2018 di Auditorium Manggala Wana Bhakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta bahwa jumlah izin pertambangan di Indonesia hingga 2017, ada 8.710 izin pertambangan sampai hari ini.

"Artinya tantangan Pemerintah kita ke depan, jangan sampai izin-izin
pertambangan kita ini menjadi sumber pendanaan politik, dimana diobral untuk Pilkada nanti," ungkapnya.

"Studi KPK menyatakan, bahwa Harta kekayaan pejabat 5-6 M, sementara biaya menjadi Kepala Daerah 20-30 M," jelas Merah Johansyah, Senin (15/1) lalu.

"Maka itu jangan sampai izin-izin pertambangan digunakan sebagai
pendanaan politik, khususnya di tingkat Provinsi," tegasnya.(bh/mnd)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Tambang
Industri Tambang Harus Apresiasi Lingkungan
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik
Penambangan Batu Bara Di Kalsel Masih Menyisakan Persoalan
Indonesia Darurat Merkuri
Bahaya Merkuri Sama dengan Bahaya Narkoba
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
TNI Gadungan Ditangkap karena Tipu Gadis Jutaan Rupiah
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Forum Jurnalis Muslim Bakal Latih Relawan MRI se-Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Dilaporkan ke Polda Metro atas Penutupan Jalan Jatibaru Tanah Abang
Pencarian dan Evakuasi Korban Longsor Brebes Terus Dilakukan Tim SAR Gabungan
BNPB Anugerahi Penghargaan BPBD Terbaik
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Yusril Ihza Mahendra: PBB Siap Hadapi Sidang Bawaslu, Jumat 23 Feb 2018
Fahri Hamzah: Masyarakat Tak Perlu Takut Kritik DPR
DPR Minta Freeport Penuhi Kewajiban Divestasi dan Patuhi Kesepakatan
Pemerintah Hentikan Sementara Seluruh Pekerjaan Konstruksi Layang
Tommy Soeharto Kritik Pemerintahan Jokowi Soal Utang Membengkak
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]