Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
TKI
TKW Meninggal di Bekas Kamar Tahanan Saudi
Thursday 16 Jan 2014 20:25:57

Seorang TKI yang pingsan.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Thobibuddin, seorang TKI setempat dan penggagas petisi Ribuan Menunggu SBY, menceritakan bahwa sebelum koma, Siti Atijah binti Sangidin masih menunggu untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Losari Cirebon.

Siti yang menderita asma ini sedang tinggal sementara di Ambar 20 H, sebuah kamar tahanan di Tarhil Shumaysi. Siti memiliki bayi yang berumur 3 bulan, Jakarta 16 Januari 2014.

“Saat bayinya Siti menangis, beberapa teman Siti berusaha membangunkannya. Mereka kaget luar biasa saat mendapati mulut Siti keluar busa. Saat itu tidak ada penjaga, dan kami terkurung di dalam. Karena panik, kami gedor semua pintu dan jendela sekuriti. Baru 30 menit kemudian sekuriti datang dan membawanya ke rumah sakit Abdul Aziz,” tutur Thobibuddin yang sudah berbulan-bulan secara sukarela membantu TKI overstayer.

Saat ini Siti dalam keadaan koma dan dirawat intensif di rumah sakit. Menurut Thobibuddin, petugas keamanan sempat mengira bahwa situasi kepanikan penghuni Ambar 20 H dikarenakan aksi demonstrasi para TKI - padahal itu terjadi karena kepanikan melihat kondisi Siti.

Thobibuddin juga mengabarkan bahwa TKW lain bernama Khotijah meninggal dunia dan telah dikuburkan selepas maghrib waktu Saudi Arabia. Khotijah sebelumnya sempat tiga kali dibawa ke rumah sakit. Namun tak diketahui apa penyakitnya. Khotijah dikenal sebagai pendiam dan penyendiri. Penghuni lainnya kaget ketika kondisi Khotijah memburuk, hingga akhirnya tak terselamatkan. Khotijah juga meninggalkan seorang anak bernama Reihan (4 bulan) yang saat ini masih di Tarhil Shumaysi dan sedang sakit demam.

Semenjak kebijakan Saudi untuk deportasi puluhan ribu TKI overstayer, petisi daring yang dimulai oleh Thobibuddin di www.change.org/RibuanMenungguSBY sudah didukung ribuan orang, mendesak pemerintah Indonesia untuk mempercepat pemulangan TKI ke tanah air. Namun hingga kini masih banyak TKI yang tidak mendapat izin pulang (exit permit) ke tanah air.

Thobib belum putus asa. Ia terus mengajak warga untuk mendesak pemerintah, termasuk menandatangani petisinya di change.org/RibuanMenungguSBY. Hingga Kamis, 16 Januari, petisi sudah didukung 2.000 orang lebih.

“Update terbaru ini menunjukkan kondisi darurat. Petisi Thobib meminta Pemerintah melindungi pahlawan devisa rakyatnya yang terlantar di luar negeri dan segera memulangkan TKI di Saudi sebelum ada korban lagi. ” kata pendiri Change.org Indonesia Arief Aziz.(cnge/rls/bhc/rby)


 
Berita Terkait TKI
 
Puluhan TKI Ilegal Diamankan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Asahan
 
Apjati Dukung Kebijakan Pemerintah Saudi untuk Cegah Penyalahgunaan Visa oleh PMI
 
Soal Kepmenaker No 291 Tahun 2018, Ketua PWKI: Pemerintah Tidak Terbuka
 
Sibuk Urus Politik, Demokrat Minta Nusron Wahid Dicopot dari BNP2TKI
 
'Segel' Kedubes Arab Saudi, Demonstran Protes Eksekusi Mati Tuti Tursilawati
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]