Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Jokowi
Sudah 1 Semester Pemerintahan Jokowi - JK, Tapi Semuanya Semakin Tidak Jelas
Wednesday 22 Apr 2015 16:49:46

Diskusi Terbuka dengan Tema; 'Satu Semester Pemerintahan Jokowi-JK, Adakah Masa Depan Itu,,?', Rabu (23/4).(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Isu penting seperti reformasi di bidang Agraria untuk mengatasi ketimpangan penguasaan lahan dan kepemilikan, kebijakan industri, perdagagan dan perburuhan semakin tidak jelas. Semakin condong kepada mekanisme pasar yang sangat bebas. Hal ini juga dianggap menghawatirkan dan tidak sesuai dengan Pancasila.

Ditambah lagi dengan politik pencitraan yang sudah semakin jauh dari kenyataan dan rekam jejaknya membuat rakyat semakin 'muak' terhadap pemerintah. Kesadaran rakyat harus diisi dengan hal-hal yang lebih subtantif dan ideologis, hal inilah yang diuraikan Sucipto selaku Sekjend PASKABI (Pusat Aspirasi Kaum Buruh Indonesia) saat mengikuti diskusi terbuka dengan tema '1 Semester Pemerintahan Jokowi-JK, Adakah Masa Depan Itu?'

"Selama 1 semester ini pemerintahan Jokowi-JK belum terealisasi, seperti persoalan kesejahteraan rakyat belum membaik, tidak ada perubahan yang diciptakan pemerintah sekarang untuk perbaikan rakyat," ujar Sucipto, pada para pewarta disela-sela diskusi yang juga hadir sebagai narasuber dalam prospektif ekonomi Iksan Modjo dikawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (23/4).

Menurut mantan Sekjend GASPERMINDO (Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia) ini juga, yang mana persoalan pangan saja masih impor, seakan masih melanjutkan roda pemerintahan yang sebelumnya (Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono), sedangkan menurutnya kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia sangatlah berpotensi luar biasa dapat tercukupi, namun masih saja tetap Indonesia mengalami impor.

"Kalau bisa menproduksi pangan itu baru namanya cerdas, padahal kita ini produksi pangan terbesar juga, seperti tempe, tapi masih saja impor, padahal tempe kita produksi yang terbesar juga," jelasnya.

Tambah Pria kelahiran Purworejo ini juga mengkritisi, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) betul-betul dianggapnya masih sangat kurang bisa menciptakan kemajuan dari segala bidang, Globalisasi memang sah-sah saja, namun ia berharap pemimpin harus cerdas dan bisa menyesuaikan diri. Rancangan kebijaksanaan pemerintah meskipun sudah dipersiapkan dari 10 tahun yang lalu tapi hingga sekarang belum bisa apa-apa, bagaimana bisa memunculkan produksi barang hingga mensejahterakan rakyat?.

"Untuk solusi lebih radikalnya lagi, berani gak presiden kita menunda bayar utang dulu, agar dananya untuk menciptakan lapangan kerja, biar produk-produk pertanian kita dan sebagainya tidak impor saja," tutupnya.(bh/bar)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
Eggi Sudjana Laporkan Jokowi soal Dugaan Ijazah Palsu,Tantang UGM Buka Suara
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]