Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Papua
Sekelumit Kisah Dibalik Misi Evakuasi Korban Penembakan Kelompok KKSB Purom Wenda
2018-11-06 14:07:18

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
PAPUA, Berita HUKUM - Sekitar pukul 4 subuh, cuaca dingin di kampung Popome Distrik Makoni, pagi itu terasa menusuk tulang. Biasanya saat itu masih waktu yang tepat bagi penduduk desa untuk terlelap dalam tidur dengan selimut hangat. Namun tidak demikian pada hari itu, hampir semua penduduk tidak bisa tidur dengan lelap di bangunan gereja yang dijadikan tempat bermalam mereka. Rasa tegang penuh ketakutan meneror mereka.

Petang sebelumnya, Yanmar seorang warga kampung yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek tewas ditembak dengan keji kelompok kriminal separatis yang dipimpin Purom Wenda. Yanmar ditembak hanya karena ia ingin menanyakan tentang HP saudaranya yang dirampas salah satu anggota kelompok brutal tersebut beberapa waktu sebelumnya. Mayat Yanmar pun dibiarkan tergeletak di lokasi penembakan tanpa ada seorang warga pun yang berani mendekatinya.

Aksi teror terakhir inilah yang membuat warga desa terpaksa memilih mengamankan diri di 2 gereja karena ketakutan yang dipimpin Pendeta Eli Murib. Selanjutnya pendeta dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan warga dan bernegosiasi dengan Purom untuk mengevakuasi jenazah korban.

Namun negosiasi berjalan buntu hingga malam itu, Purom melarang warga sipil mengevakuasi mayat korban, hanya pasukan TNI-Polri yang boleh mengambil. Terlihat jelas bahwa Purom ingin menjadikan jenazah Yanmar sebagai umpan untuk menjebak aparat keamanan.

Tidak jauh dari lokasi pengungsian, sejumlah personel yang tergabung dalam Tim Gabungan TNI - Polri, telah bersiap menyusun strategi. Tidak tampak ketegangan diwajah para prajurit TNI - Polri yang rata-rata berusia muda ini.

Pandangan mata tajam dan dingin terpancar, menunjukkan mereka telah siap melaksanakan misi. Misi mereka adalah melakukan evakuasi terhadap jenazah Yanmar. Mereka sadar, tugas tersebut sangat beresiko.

Bahkan bukan tidak mungkin mereka harus meregang nyawa dan menjadi sasaran tembak kelompok Purom yang telah bersiap di atas bukit. Namun mereka yakin bahwa tugas tersebut adalah suatu kebanggaan bagi prajurit TNI - Polri. Apapun resikonya, aparat negara harus hadir untuk melindungi warganya. Kapolres Lanny Jaya, AKBP Tonny Ananda Jaya, langsung memimpin misi tersebut.

Perlahan dengan penuh kehati-hatian, tim Polri bergerak mendekati lokasi jenazah dengan menggunakan 3 kendaraan taktis. Sementara, 1 unit tim yang beranggotakan prajurit TNI pimpinan Letnan Satu Zulmi bergerak mendaki punggung bukit dengan senyap dan rahasia. Mengambil posisi di belakang kedudukan kelompok Purom.

Sesaat ketika mulai mendekati jenazah, apa yang diperkirakan terjadi, kelompok Purom melancarkan tembakan sporadis ke arah tim evakuasi pimpinan Kapolres. Tanpa menunggu aba-aba, tim evakuasi segera membalas tembakan dengan gencar ke arah bukit, dimana posisi tembakan kelompok Purom berasal. Tembakan balasan tersebut berhasil memaksa Purom dkk bertahan di kedudukannya. Saat itu lah, tim pelambung TNI memastikan kedudukan lawan dan mulai bergerak mendekat ke sasaran dengan cepat dan membuka tembakan terarah pada kelompok separatis yang terkenal sadis tersebut. Kontak tembak terjadi sekitar 30 menit sampai akhirnya, kelompok pimpinan Purom terdesak dan melarikan diri berpencar jauh ke dalam hutan.

Sesaat kemudian tembakan kelompok Purom terhenti. Tim Gabungan TNI - Polri segera mendekat dan melakukan penyisiran di lokasi kontak senjata. Dua mayat anggota kelompok Purom ditemukan tergeletak di posisi yang relatif berjauhan. Ratusan munisi kaliber campuran pun tercecer. Hal ini mengindikasikan kelompok Purom panik dan ketakutan sehingga melarikan diri tanpa sempat membawa munisi cadangan mereka. Misi evakuasi pun dinyatakan berhasil.

Tidak ada perayaan atas keberhasilan itu. Seluruh personel Tim Gabungan TNI - Polri hanya berdoa untuk mengucap syukur atas keselamatan yang diberikan Tuhan dan tidak lupa mengirim doa untuk kedua korban dari kelompok KKSB Purom Wenda.

"Apa yang kami lakukan semata-mata untuk melindungi warga. Kalau boleh memilih, kami tentu lebih senang bila kami tidak perlu mengeluarkankan tembakan. Namun dalam situasi tempur, kami tidak punya pilihan," ujar salah satu personel tim gabungan dengan raut wajah datar.

Saat membawa jenazah menuju RSUD Tiom, masih terdengar tembakan satu dua kali dari arah hutan, namun proses evakuasi dapat berjalan lancar. Sumber Pendam XVII/Cenderawasih.(TNI/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Papua
Soal Ruas Jalan Papua, Natalius Pigai: Janganlah Diam.. Saya Tunggu Respos Istana, Bukan Orang Politik dan TimSes!
Ketum PPAD Kiki Syahnakri Sebut Aksi Penembakan di Nduga Papua Melebihi Terorisme
Pasukan Gabungan TNI-Polri Evakuasi 16 Jenazah Korban Penembakan KKB di Nduga Papua
Kapolri Jenderal Tito Karnavian Meralat Jumlah Korban Tewas di Nduga, Papua
DPR Desak Usut Tuntas Pelaku Penembakan 31 Pekerja di Papua
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pengusaha Asing Kabur dan Ribuan Pekerja Tidak Dibayar Upahnya, Dimana Tanggung Jawab Pemerintah?
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok Sudah Keluar Bebas dari Rutan Mako Brimob
Kapolri Memimpin Upacara Sertijab Sejumlah Pati Polri dan 5 Kapolda
Perlu Terobosan Penanganan Dampak Bencana
Pengusaha di Begal dan Dibacok Setelah Keluar dari Bank, Uang Rp 600 Juta Dibawa Kabur
Cina Mencatat Laju Ekonomi Paling Lambat, Indonesia 'Perlu Waspada'
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kapolri Memimpin Upacara Sertijab Sejumlah Pati Polri dan 5 Kapolda
Said Didu: Sejak Awal Esemka Cuma Mobil Bohongan!
Abu Bakar Ba'asyir Tidak Bebas, BPN Prabowo-Sandi: Siapa Yang Sebar Hoax Jokowi Atau Yusril?
Update Banjir Sulawesi Selatan, BNPB Mencatat 8 Orang Meninggal, 4 Orang Hilang
Sandi Effect, Pembeda Pilpres 2019
Netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Tentukan Kualitas Demokrasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]