Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jokowi
Sedulur Jokowi Apresiasi Sikap Tegas Presiden Jokowi akan Copot Menteri Jika Tidak Serius Kerja
2019-10-21 23:53:38

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat pidato pelantikan menjadi Presiden RI di gedung MPR RI.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, BeritaHUKUM - Kordinator Wilayah (Korwil) Sumatera DPP Sedulur Jokowi, Jansen Leo Siagian mengapresiasi dan mendukung sikap tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang akan mencopot Menteri-nya jika tidak serius bekerja keras dalam menjalankan roda pemerintahan selama periode 2019 - 2024.

Menurut Leo, langkah Presiden Jokowi itu sudah tepat. Karena, lanjut dia, untuk membangun bangsa dan mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera membutuhkan keseriusan bekerja keras dan kemauan atau dedikasi yang tinggi dari para pejabat negaranya. Leo yang juga mantan aktivis Eksponen Angkatan '66 itu berharap para menteri yang dipilih oleh Presiden Jokowi senantiasa bekerja dengan tulus dan ikhlas demi Indonesia maju.

"Semoga bisa jadi Pembantu (Menteri di kabinet) yang baik dan benar, pekerja keras tanpa pamrih, tidak perlu lagi harus mencari proyek dan mengejar rente yang bisa memperkaya anak, isteri dan keluarganya," ujar Leo, di Jakarta, Senin (21/10).

Pada Senin 21 Oktober 2019, Presiden Jokowi sudah mulai memperkenalkan para calon Pembantu-nya yang akan ditempatkan sebagai Menteri atau Wakil Menteri maupun Pejabat Negara setingkat Menteri di Kabinet Kerja jilid II nanti.

Sebelumnya, dalam pidato pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di gedung MPR.RI pada Minggu (20/10), Jokowi telah menyatakan akan segera bekerja keras dan Gaspol untuk mensejahterakan rakyat. Jokowi juga menyatakan tidak akan segan-segan untuk mencopot Menteri-nya yang tidak serius dan fokus dalam bekerja.

"Saya minta kepada para Menteri agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan, terutama untuk kesejahteraan yang bisa dirasakan oleh rakyat banyak," kata Jokowi.

"Bagi mereka (Menteri) yang tidak serius, tidak akan saya beri ampun. Saya pastikan, akan saya copot," tegas Presiden Jokowi dalam pidato pelantikan.(bh/amp)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
Eggi Sudjana Laporkan Jokowi soal Dugaan Ijazah Palsu,Tantang UGM Buka Suara
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]