Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Jokowi
Rezim Jokowi-JK Mempertegas Diri Sebagai Rezim Imperialis
Saturday 26 Sep 2015 19:04:23

Ilustrasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi).(Foto: dok.BH)
JAKARTA, Berita HUKUM - Rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mempertegas diri sebagai rezim imperialis, penjajah rakyatnya sendiri. Hal ini dibuktikan dengan deregulasi kebijakan memperlonggar izin toko modern. Ini merupakan bagian paket kebijakan September I.

Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mengatakan, hal ini jelas dan tegas sebagai wujud nyata penjajahan ekonomi rakyat dan bangsa Indonesia.

"Sejak Rezim Jokowi-JK berkuasa, PKL digusur semena-mena dan diusir-usir tak beradab. UMKM dikebiri dengan beban pajak 1 persen dari omzet lima tahun ke belakang. Kemudian dengan deregulasi perlonggar izin toko modern menyempurnakan penggerusan ekonomi rakyat kecil," tegas Ali Mahsun, Ketua Umum APKLI kepada RMOLJakarta, Minggu (20/9) lalu.

Hal ini, sambungnya, merobek kedaulatan ekonomi bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kata dia, janji-janji pro ekonomi rakyat yang didengungkan Jokowi-JK sebelumnya adalah palsu dan bohong belaka.

"Keberadaan Rezim Jokowi-JK adalah mimpi buruk bangsa Indonesia di siang bolong. APKLI tegas kecam dan melawan totalitas rezim JokowiJK atas deregulasi perlonggar izin toko modern," Ali menambahkan.

Jika dipaksakan, maka PKL bersama dan bersatu dengan elemen kekuatan bangsa lainnya turun ke jalan merobohkan rezim imperialis Jokowi-JK.

"Ini harus dilakukan demi dan untuk tegaknya ekonomi rakyat dan kedaulatan ekonomi Bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," tandas Ali.(arp/rmol/bh/sya)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
Eggi Sudjana Laporkan Jokowi soal Dugaan Ijazah Palsu,Tantang UGM Buka Suara
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]