Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
BUMN
Program Kredit Rakyat, Bank BUMN Perlu Terobosan
Thursday 11 Dec 2014 13:52:09

Tim Kunker Komisi VI DPR RI di Ambon, Maluku, Eka Sastra.(Foto: ibnur khalid/parle/hr)
MALUKU, Berita HUKUM - Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan Bank Maluku selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu mengambil peran lebih aktif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Diperlukan sejumlah langkah terobosan agar program kredit dari perbankan bisa dirasakan oleh rakyat kelas bawah.

"Perbankan di Maluku perlu melakukan langkah terobosan, jangan dekati dengan pendekatan bisnis as usual. Masih banyak masyarakat bawah yang belum bisa mengakses kredit dari bank, padahal potensi pertumbuhan ekonomi dari kelompok ini cukup besar," kata Tim Kunker Komisi VI DPR RI, Eka Sastra dalam pertemuan dengan jajaran Pimpinan Bank BUMN di Ambon, Maluku, Selasa (9/12/14).

Ia menyebut kalau melihat peta penyaluran kredit di Provinsi Maluku sebagian besar penyebaran kredit hanya di Ambon sedangkan wilayah lain sangat minim. Politisi Fraksi Partai Golkar meminta perbankan tidak takut berlebihan dalam menyalurkan kredit untuk masyarakat bawah.

Best practicekeberhasilan kredit di sejumlah daerah termasuk fenomena Bank Grameen di Banglades patut menjadi pelajaran bagi manajemen perbankan di tanah air. "Ada kendala struktural ini yang harus diperbaiki, perbankan lakukan tugasnya kita di Komisi VI siap mendukung dengan perbaikan regulasi," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Gerindra Muhammad Hekal. Ia meminta kredit konsumtif yang mendominasi dapat secara bertahap dikurangi. "Bank BUMN perlu lebih kreatif, penyaluran jangan didominasi kredit konsumtif, kredit motor, dan lain-lain. Bank BUMN adalah lokomotif ekonomi di daerah," tegas dia.

Direktur Jaringan dan Layanan BNI Adi Setianto menyebut sedang mempersiapkan layanan kredit khusus untuk nelayan di Provinsi Maluku. Saat ini menurutnya sedang mempelajari keberhasilan BNI Cabang Tegal yang berhasil merancang kredit pembiayaan bagi nelayan mulai dari kegiatan persiapan sampai pada pasca melaut. Ia berharap program ini sudah dapat diluncurkan tahun depan.

Bicara pada kesempatan yang sama Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Maluku, Wuryanto menyebut inflasi di bumi Ambon Manise turut dipicu karena masalah kelangkaan ikan akibat cuaca buruk dan ketergantungan produk pertanian dari daerah lain.

"Itulah sebabnya fokus utama Bank Indonesia di Maluku adalah bagaimana membuat daerah ini bisa mandiri pangan. Kita saat ini mengupayakan pemberian program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada petani dan nelayan di daerah ini, agar mereka lebih berdaya," ungkap dia.(iky/dpr/bhc/sya)


 
Berita Terkait BUMN
 
Pakar Koperasi: Justru Erick Thohir yang Lakukan Pembubaran BUMN
 
Kasus Dugaan Korupsi PLN Batubara, Kejati DKI Kumpulkan Data dan Keterangan Sejumlah Pihak
 
Legislator Desak Batalkan IPO PT Pertamina Geothermal Energy
 
Terkait Anggaran Proposal Rp100 Miliar Acara Temu Relawan Jokowi di GBK, Ini Klarifikasi Mantan Sekjen Projo
 
Komisi VI Setujui Tambahan PMN 3 BUMN
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]