Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Outsourcing
Personel TNI & Polri Siaga, Buruh Pertamina Tetap Aksi Tolak Outsourching
Wednesday 27 Jun 2012 02:12:16

Aksi Indramayu KASBI. (Foto: docKASBI)
INDRAMAYU (BeritaHUKUM.com) - Peruntuhan pintu gerbang Pertamina II Balongan, Indramayu, pada Senin kemarin (25/06), tidak membuat pimpinan Pertamina turun kaki. Pasalnya, hingga Selasa (26/06), buruh tetap melakukan aksinya untuk menuntut penghapusan sistem kerja Outsourcing, terkait UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003.

Massa berunjuk rasa guna menemui titik temu antara tuntutan buruh terhadap keinginan para pimpinan perusahaan, karena selama ini undaang-undang perburuhan sangat mengeksploitasi keringat buruh tanpa menilai kesejahteraan para buruhnya. Massa pengunjuk rasa itu itu berasal dari Pertaminan Balongan, Blok Mundu, Blok Cemara, dan Losarang Indramayu. Mereka berkumpul sejak pukul 13.00, di kantor Pertamina Loh Sarang, Selasa siang tadi.

“Buruh Pertamina Indramayu kembali mogok blokir Jalan Pantura, karena tuntutan belum terpenuhi,” papar Parto, pengurus KASBI Pusat, kepada pewarta Beritahukum.com melalui media elektronik, Selasa (26/06).

KASBI menegaskan bahwa, sistem kerja kontrak tersebut sangat tidak mengedepankan kesejahteraan buruh, terutama di tengah-tengah kondisi ekonomi yang semakin terjepit saat ini. Apalagi, bila kondisi kebutuhan pangan, seperti menjelang Ramadan, para buruh merasa terhimpit ekonomi. Karena itu, melalui aksi unjuk rasa di pusat Pertamina itu, KASBI menuntut pimpinan Pertamina pusat segera berdialog dengan buruh, agar menemui titik tengah, antara tuntutan buruh dan keingan pimpinan.

Massa itu pun sempat menginap semalam di kantor Pertamina II Balongan, sebelum akhirnya massa diusir oleh petugas keamanan. Para pekerja tidak akan menyerah sebelum tuntutannya terpenuhi. Di sisi lain, personel TNI dan Polisi terus siap siaga di lokasi aksi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada indikasi pengurus Pertamina ingin berdialog. (bhc/frd)


 
Berita Terkait Outsourcing
 
Komisi IX Kembali Bahas Outsourcing BUMN
 
Menteri BUMN Sepakat Laksanakan Rekomendasi Panja Outsourcing
 
DPR Diminta Ajukan Hak Interpelasi Terkait Outsourcing BUMN
 
SPSI Purbaleunyi Tuntut Hapus Sistem Outsourcing di DPR Senayan
 
Komisi IX Pertanyakan Progres Rekomendasi Panja Outsourcing
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]