Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
UMKM
Pemerintah Diminta Membina UMKM Agar Produk Sesuai Standar
Thursday 20 Feb 2014 18:17:24

Ilustrasi. Penjualan berbagai macam produk UMKM.(Foto: BH/coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Pansus RUU Standardisasi Penilaian Kesesuaian (SPK) Ferari Romawi mengatakan, Indonesia masih belum memiliki UU terkait standarisasi yang mengatur standarisasi produk maupun jasa.

"Yang belum punya standarisasi di G-20 salah satunya Indonesia, karena itu kita perlu payung hukum untuk mencegah masuknya barang ke Indonesia,"ujarnya kepada Parlementaria, baru-baru ini.

Tanpa UU yang jelas, kata Ferarri, produk seperti pakaian, mainan anak yang tidak memiliki standar akan semakin bertambah banyak memasuki wilayah Indonesia. "Kita mengharapkan jangan sampai Indonesia menjadi lokasi kumpulan barang yang tidak layak, bahkan saking mudahnya barang sampai limbah B3 bisa masuk," katanya.

Semoga dengan UU ini nantinya, Indonesia dapat memiliki standar yang tinggi terhadap produk makanan dan minuman yang masuk ke Indonesia. "Kita juga mengharapkan jangan sampai UMKM tutup gara-gara adanya RUU Standardisasi ini," harapnya.

Karena itu, lanjutnya, DPR akan meminta pemerintah untuk memproteksi produk kesehatan dan keselamatan agar memiliki standar yang ketat. Selain itu, perlu penyesuaian dalam aturan yang ada sehingga industri kecil bisa berkembang. "Pemerintah bisa membina sektor kecil melalui dana APBN jadi mereka dapat mampu mencapai tingkat standar minimal," katanya.

Menurutnya, pembinaan UMKM merupakan salah satu kewajiban pemerintah disamping melakukan pembiayaan bagi UMKM tersebut.(SI/dpr/bhc/sya)


 
Berita Terkait UMKM
 
• Ketua MPR RI Bamsoet: ARDIN Harus Dorong Peningkatan Digitalisasi Usaha
 
• Kredit Pembiayaan UMKM OJK, Wakil Ketua MPR: Langkah Strategis dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
 
• Masih Ada 64 Juta UMKM Belum Tersentuh Program PEN
 
• Syarief Hasan: UMKM Perlu Mendapat Perlindungan dan Bantuan Di Masa Pandemi
 
• PPN akan Naik, Wakil Ketua MPR: Rakyat khususnya Pelaku UMKM Semakin Terjepit
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]