Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jokowi
Pedemo Minta Kejagung Tidak Politisasi Kasus Korupsi Bus TransJakarta
Friday 04 Apr 2014 17:01:59

Rachman Latuconsina, berorasi di depan Balai Kota DKI Jakarta Pusat, Jumat (4/4).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekitar 250 orang massa aksi dari Gerakan Stop Politisasi Jokowi siang hari ini selepas sholat Jumat, kembali mendatangi Gedung Balai Kota DKI Jakarta, guna memberikan dukungannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, untuk maju sebagai Capres dan menolak Politisasi kasus dugaan korupsi pengadaan dan peremajaan Bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) senilai Rp1,5 triliun yang menyeret -yeret nama Gubernur DKI- Jakarta Joko Widodo.

Sejauh ini baru ada dua PNS yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Drajat Adhyaksa merupakan Pejabat Pembuat Komitmen dan Setyo Tuhu Ketua Panitia pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Tim Penyidik dikabarkan berencana memangil pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lain yang diduga terlibat kasus ini.

Dari pantauan pewarta, ratusan massa aksi datang dengan mengendarai 10 Bus Metro Mini, sementara satu mobil Pick Up Komando dengan menggunakan alat pengeras suara memimpin di barisan paling depan, masaa melakukan long march dari depan Kedubes (AS) lalu merangsek kedepan pagar Balai Kota, aksi massa ini membuat jalan arus lalu lintas tersendat macet, akibat satu ruas jalan di padati massa aksi.

Menurut pendemo, kasus korupsi Bus TransJakarta merupakan, kasus korupsi yang menjadi primadona guna menjengal langkah Joko Widodo sebagai Capres, pendemo berharap agar aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Agung RI dapat melihat kasus ini secara objektif, tidak terjebak dalam opini yang menyesatkan, pedemo juga mebawa spanduk panjang bertuliskan Save Jokowi.

"Kami melihat, adanya upaya pemaksaan kehendak dalam berdemokrasi, kami mendukung penegakkan supermasi hukum, dalam kasus korupsi Bus TransJakarta, serta menolak kasus tersebut dipolitisasi untuk menghambat Joko Widodo," ujar Rachman Latuconsina, dari atas mobil komando sambil disambut terikan pedemo; Jokowi Presiden, di depan Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat (4/4)

Rachman juga menambahkan dalam orasinya, mendesak intitusi KPK, dan Kejagung serta institusi penegak hukum lainya, dapat menyelesaikan kasus korupsi Bus TransJakarta secara hukum, dan tidak melakukan del-dael politik.

"Kami mendukung penuh langkah Jokowi untuk maju, sebagai Capres pada Pemilu 2014," ujar Rachman kembali.

Aksi ini mendapat pengawalan yang cukup ketat dari aparat, Sabhara Polda Metro, dibantu Polres Jakarta Pusat, dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Metro Gambir, AKBP Agung yang ikut turun, walau disaat bersamaan sedang terjadi pelantikan dan serah terima jabatan Kapolres Metro Jakpus baru, Kombes Pol Hendro menggantikan Kombes Pol A.R Yoyol yang melanjutkan pendidikan sekolah tinggi Polri.(bhc/put)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]