Partai berlambang kepala banteng moncong putih itu mempersilakan Jokowi" /> BeritaHUKUM.com - PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Jokowi
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
2026-05-30 19:56:09

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Djarot Saiful Hidayat. (Foto: PDiP/dok)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat, menanggapi soal keinginan Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo kembali blusukan ke berbagai daerah dalam waktu dekat.

Partai berlambang kepala banteng moncong putih itu mempersilakan Jokowi menjalankan kegiatan tersebut. Dia memastikan, PDIP di daerah justru akan tetap solid.

"Justru dengan beliau turun ke beberapa wilayah itu justru partai kita semakin solid ya. Partai kita akan semakin solid untuk membangun internal partai maupun lebih solid untuk turun ke bawah. Jadi silakan aja beliau keliling ke mana pun, bebas ya," kata dia saat ditemui di sela-sela acara pembekalan dan bimtek Anggota DPRD Fraksi PDIP di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

1. PDIP minta Jokowi berani menunjukkan ijazah asli ke publik

Namun, kata Djarot, Jokowi harus berani menunjukkan ijazah asli miliknya ke masyarakat luas. Dia mengatakan, sikap itu dilakukan agar polemik keaslian ijazah asli Jokowi tak menjadi drama berkepanjangan.

"Tapi, ya, beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan untuk supaya masyarakat betul-betul yakin bahwa ijazahnya itu asli. Tunjukkan aja ijazahnya," ujar dia.

"Paling enak itu gak usah pakai drama-drama. Gak usah pakai drama-drama di pengadilan gitu lho ya! Kalau Anda tanya ijazah saya, saya tunjukkan pada Anda. Jadi itu aja misalnya gitu ya. Barangkali untuk menetralisir itu bahwa beliau akan menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik yang terjadi misalnya. Jadi monggo," lanjut Djarot.

2. PDIP sudah tahu sejak awal kabar Jokowi akan jadi Dewan Pembina PSI

Djarot turut menanggapi kabar Jokowi akan diumumkan jadi Ketua Dewan Pembina PSI. Pihaknya mengaku sejak awal sudah mengetahui kabar tersebut.

"Kan sudah tahulah kita dari dululah. Waktu daftar ke Kemenkumham kan jelas itu ya, dewan pembinanya inisialnya J? Ya, sudahlah itu drama-drama ya. Sudah jelas gitu lho, rakyat ini sudah pandai, sudah cerdas untuk bisa melihat, udah tahulah drama-drama seperti itu ya," kata dia.

3. Jokowi siap keliling Indonesia, awali kunjungan ke Lampung

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan rencananya untuk mulai berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia setelah kondisi kesehatannya pulih. Jokowi mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memenuhi berbagai undangan dari masyarakat, relawan, hingga pengurus partai di daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi, saat ditemui di kediamannya Senin (25/5/2026). Jokowi mengatakan, rencananya untuk keliling Indonesia untuk memenuhi undangan-undangan baik dari relawan maupun dari PSI.

“Ya, ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat,” kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan, dirinya kini sudah dalam kondisi sehat dan siap kembali melakukan aktivitas di luar kota. Selain menghadiri undangan masyarakat, Jokowi juga berencana bertemu dengan kader PSI dan relawan di sejumlah daerah.

“Saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada dan itu juga untuk memberikan motivasi, dan juga ketemu dengan PSI di daerah, terus juga ketemu dengan relawan di daerah. Ya, karena ada undangan,” ujar dia.(msn/IDNTimes/bh/sya)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]