Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Papua
Noken Papua Resmi Ditetapkan Sebagai Warisan Dunia
Monday 10 Dec 2012 09:33:03

Noken (tas rajut kerajinan asli Papua).(Foto: Ist)
PARIS, Berita HUKUM - Budaya rajut Papua yang sudah turun-temurun, Noken, secara resmi telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda dalam Sidang UNESCO di Paris, Sabtu (8/12) pukul 10:30 waktu setempat.

“Alhamdulillah. Baru saja diketok palu Noken budaya rajut Papua sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda di depan Sidang UNIESCO di Paris,” kata Wakil Mendikbud bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti dalam pesan pendeknya kepada www.setkab.go.id, Sabtu (8/12) petang.

Menurut Wakil Mendikbud, saat keputusan tersebut diumumkan, seluruh Delegasi RI dalam sidang UNESCO hadir, termasuk tim dari Papua. “Kita semua bersyukur dan bangga pada Papua,” ujar Wamendikbud.

Pemerintah Indonesia telah mendaftarkan Noken sebagai warisan dunia pada Sidang UNESCO empat tahun lalu. Setiap tahun ada revisi-revisi yang mesti dipenuhi persyaratannya.

Noken ialah tas sebagai wadah dan menyimpan isi barang yang turun temurun diwariskan dari 200 suku di seluruh Papua.

Sebagai calon warisan dunia, fungsi noken di Papua menjaga kerekatan sosial masyarakat dan menyeimbangkan antara perkembangan masyarakat dengan globalisasi dan modernisasi.

Menurut Wiendu, pihaknya akan melibatkan desainer terkenal Indonesia untuk memodifikasi noken, yang dapat dimanfaatkan untuk lebih menyejahterakan masyarakat Papua.(iml/es/skb/bhc/opn)


 
Berita Terkait Papua
 
• TNI-Polri Mulai Kerahkan Pasukan, OPM: Paniai Kini Jadi Zona Perang
 
• Pemilik dan Masyarakat Papua Geruduk Kementerian LHK, Desak Menteri Usut Indikasi Mafia Tanah dan Hutan Adat di Jayapura Selatan
 
• Kejati Pabar Penjarakan SA Mantan Pimpinan PT Bank Pembangunan Daerah Papua
 
• Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam
 
• Pelinus Balinal Sebut Keamanan, Perdamaian dan Persatuan sebagai Prioritas di Kabupaten Puncak
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]