Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Jokowi
Menata Kaki Lima, Gubernur Jokowi Rencanakan Gaya Solo
Monday 20 May 2013 00:10:44

Ilustrasi, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di balaikota saat memberikan keterangan kepada Wartawan.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Keberadaan pedagang kaki lima yang dikeluhkan oleh sebagian para pengguna jalan, namun disatu sisi mereka pun dengan kemandirian yang memadai mencari rezeki oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), akan menyiapkan konsep Pasar malam atau night market yang digelar setiap akhir pekan seperti yang pernah diterapkannya di Solo.

Konsep tersebut dilakukan sebagai upaya penataan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Jakarta. Dikatakan Jokowi, dengan konsep seperti itu, nantinya para pelaku usaha mikro akan diberi ruang untuk berdagang secara legal. Sehingga, pedagang tidak lagi berjualan di tempat-tempat terlarang yang rentan terkena penertiban.

Dalam kemeriahan pasar itu, nantinya dijual beraneka barang dagangan mulai dari kuliner khas Solo, kerajinan tangan, souvenir, aksesoris, hingga pakaian, sehingga warga pun terlihat sangat antusias berbelanja, seperti contoh di pasar yang terletak di Jalan Diponegoro, Solo.

"Kita akan buat night market. Usaha mikro akan diberi ruang, mereka diatur dan mereka harus ikut aturan itu," ujar Jokowi, Minggu (19/5).

Penataan PKL dengan konsep pasar malam di tengah jalan ini, perlu diketahui telah diterapkan Jokowi di Solo sejak empat tahun lalu. Untuk bisa bergabung dengan konsep ini, para PKL harus memenuhi berbagai persyaratan. Salah satunya harus menjalani pemeriksaan rutin setiap enam bulan dari dinas terkait setempat.

Dipaparkan Jokowi bahwa, di Jalan Sabang, Jakarta Pusat memiliki potensi untuk penerapann konsep night market tersebut. Sehingga nantinya, setiap Sabtu malam kawasan itu akan steril dari kendaraan. "Jalan Sabang itu menarik, akan menjadi seperti apa masih kita petakan," katanya. Diakui Jokowi, konsep night market sendiri mengambil contoh dari Taiwan.

Dengan manajemen yang baik untuk bisa menata PKL, tentu akan berdampak pada keindahan kota. Kendati demikian, ia menilai penerapan program ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama. "Yang lama adalah pembangunan manusianya," terangnya. Secara langsung, Jokowi pun menunjukkan geliat pasar malam Ngarsopuro yang berada di kota Solo.(adt/bhc/mdb)


 
Berita Terkait Jokowi
 
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
 
Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
 
Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
 
PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
 
PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]